Omoda & Jaecoo memperkuat kehadiran mereka di pasar kendaraan energi baru lewat peluncuran dua model hibrida di Beijing Auto Show 2026. Dua kendaraan yang diperkenalkan adalah Omoda 4 dan Omoda 7, yang masing-masing diposisikan untuk menjawab kebutuhan pasar dengan pendekatan yang berbeda.
Omoda 7 tampil sebagai model yang lebih matang dengan sistem hybrid SHS atau Super Hybrid System. Mobil ini sebelumnya sempat diperlihatkan di London dan Madrid sebelum akhirnya melantai di Beijing. Dengan langkah ini, Omoda menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bermain di satu wilayah, tetapi sedang membangun identitas global yang lebih konsisten.
Sementara itu, Omoda 4 menjadi bintang baru yang lebih menonjol di sisi teknologi dan target pengguna muda. Model ini mengusung kokpit AI Cabin dengan kontrol suara, fitur bantuan pengemudi, serta rencana komersialisasi sistem VPD atau Valet Parking Driver pada paruh kedua tahun ini. Artinya, mobil ini jelas dibangun untuk konsumen yang suka kemudahan dan pengalaman digital yang terasa modern.
Menurut perusahaan, Omoda 4 dibuat untuk kebutuhan sehari-hari generasi muda yang menginginkan kendaraan cerdas, praktis, dan mudah dipakai. Fitur pengenalan suara dan parkir otomatis memberi kesan bahwa mobil ini ingin tampil sebagai asisten mobilitas, bukan sekadar alat transportasi. Jika dilihat dari pendekatan itu, Omoda tampaknya sedang berusaha membangun hubungan emosional yang baru dengan penggunanya.
Di sisi lain, Omoda 4 juga memiliki varian performa tinggi bernama Omoda 4 Ultra. Kehadiran versi ini menunjukkan bahwa merek tersebut masih ingin menjaga unsur ekspresif dan sporty, sehingga tidak semua fokus diarahkan ke sisi kenyamanan saja. Dalam pasar yang semakin kompetitif, kombinasi teknologi dan performa memang sering jadi kunci untuk menarik perhatian.
Omoda & Jaecoo saat ini sudah tersedia di 64 pasar dengan 1.364 distributor. Capaian ini cukup besar dan menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk menargetkan penjualan 1 juta kendaraan per tahun pada 2027. Pencapaian tersebut bukan angka kecil, terutama jika dilihat dari usia merek yang masih relatif muda.
Chery Group sebagai induk perusahaan juga menegaskan bahwa pengembangan kendaraan energi baru akan terus didorong ke depan. Sistem hybrid SHS diproyeksikan menjadi teknologi utama untuk model-model berikutnya. Arah ini memperlihatkan bahwa Omoda & Jaecoo tidak sedang mencoba sekadar ikut tren, tetapi sedang menyiapkan jalur produk yang lebih terstruktur untuk jangka panjang.
Dengan dua model baru ini, Omoda & Jaecoo memperlihatkan strategi yang cukup cerdas: satu model untuk pasar yang menyukai teknologi canggih dan gaya hidup muda, satu lagi untuk konsumen yang ingin hybrid yang lebih matang dan siap jalan jauh. Kalau rencana ini berjalan mulus, mereka bisa semakin kuat di arena mobil energi baru yang sekarang isinya sudah padat sekali.
Peluncuran Omoda 4 dan Omoda 7 pun terasa seperti sinyal bahwa persaingan di segmen hibrida akan makin ramai. Merek ini tampaknya ingin menegaskan diri bukan hanya sebagai pemain baru dari China, tetapi sebagai kandidat serius yang siap menantang peta lama di banyak pasar sekaligus.






