Madura United Kejar Kebangkitan di Sisa Musim demi Keluar Zona Degradasi

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Madura United

Madura United

Madura United menegaskan ambisinya untuk bangkit pada sisa kompetisi BRI Super League 2025/2026 demi keluar dari zona degradasi. Dengan sembilan pertandingan tersisa, manajemen dan tim pelatih sementara menyadari bahwa tidak ada lagi ruang untuk banyak kesalahan. Setiap laga kini terasa seperti final kecil yang bisa menentukan apakah Laskar Sape Kerrab tetap bertahan musim depan atau justru terpeleset lebih jauh.

Manajer Madura United, Umar A. Wachdini, menegaskan bahwa tekad tim sangat besar untuk membalikkan keadaan. Salah satu langkah konkret yang sedang ditempuh adalah memperbarui kursi kepelatihan usai berpisah dengan Carlos Parreira. Manajemen sempat mendekati Joel Cornelli, mantan pelatih Arema FC, tetapi proses itu batal berlanjut sehingga pencarian pelatih kepala baru masih terus dilakukan.

Sembari menunggu kejelasan soal sosok suksesor permanen, latihan tim untuk sementara dipimpin oleh pelatih interim Rahmat Basuki. Dalam kondisi seperti ini, stabilitas ruang ganti menjadi hal yang sangat penting. Saat tim berada di zona rawan, perubahan pelatih bisa menjadi penyegar, tapi juga bisa menambah tekanan kalau tidak diimbangi hasil yang cepat. Di sepak bola, ganti nakhoda kadang menyelamatkan kapal, kadang malah bikin panik awaknya duluan.

Tantangan Madura United juga tidak ringan karena lawan-lawan yang menunggu di sembilan laga sisa tergolong berat. Mereka masih harus menghadapi Borneo FC Samarinda, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Dewa United Banten FC, Semen Padang FC, Bali United FC, Bhayangkara Presisi Lampung FC, PSIM Yogyakarta, dan PSM Makassar. Daftar ini menunjukkan bahwa jalan keluar dari zona merah tidak akan datang secara cuma-cuma.

Di klasemen sementara, Madura United masih tertahan di peringkat ke-16 dengan 20 poin dari 25 pertandingan. Posisi ini membuat mereka berada langsung di wilayah degradasi dan kalah selisih gol dari Persis Solo yang duduk satu tingkat di atasnya. Selisih tipis ini berarti peluang untuk bangkit masih terbuka, tetapi tekanan juga sangat besar karena satu hasil buruk bisa membuat situasi semakin rumit.

Presiden klub Achsanul Qosasi sebelumnya juga menyampaikan harapan agar tim segera menjauh dari zona merah. Ia menekankan pentingnya keberanian mengambil peluang di tengah kondisi sulit. Pesan tersebut mencerminkan situasi psikologis yang sedang dihadapi klub: Madura United tidak hanya butuh strategi, tetapi juga butuh keyakinan bahwa mereka masih bisa membalikkan keadaan sebelum musim benar-benar habis.

Dari perspektif teknis, kebangkitan di sisa musim biasanya bergantung pada beberapa hal utama, yakni soliditas tim, hasil cepat dalam beberapa laga awal, dan kestabilan kepemimpinan di bangku pelatih. Jika Madura United berhasil mendapatkan kombinasi itu, posisi mereka masih mungkin terangkat. Namun bila pencarian pelatih terus berlarut dan hasil di lapangan tak segera membaik, sembilan pertandingan tersisa bisa terasa sangat sempit.

Untuk saat ini, satu hal yang paling jelas adalah Madura United belum menyerah. Klub masih mencoba menyusun ulang arah, menjaga semangat tim, dan mencari solusi secepat mungkin. Apakah itu cukup untuk menyelamatkan musim, belum ada yang bisa menjamin. Tapi dalam kompetisi seperti ini, bertahan hidup memang sering dimulai dari satu keputusan sederhana: jangan dulu panik, lalu cari satu kemenangan, dan lanjutkan dari sana.

Berita Terkait

Gaji Federico Barba di Persib Bandung, Intip Nilai Kontrak dan Performa Sang Bek Italia
MSJC Juara Sepakbola PORWASU 2026 Piala Gubernur Sumut
Bundesliga Memanas, Borussia Dortmund Terus Tekan Bayern Munchen
Kronologi Lengkap Sanksi FIFA ke Israel, Proses dan Dampaknya
Laga Perdana Liga 4 Persimi vs Persiker, Duel Sengit di Lapangan Hijau
Meksiko Pecahkan Rekor Kelas Sepak Bola Terbesar di Dunia Jelang Piala Dunia 2026
PSSI Tunjuk Sumatera Utara Jadi Tuan Rumah AFF U-19 2026
Madrid vs City Hadir Lagi, Sudah Mirip Pertandingan Liga!

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:40 WIB

Gaji Federico Barba di Persib Bandung, Intip Nilai Kontrak dan Performa Sang Bek Italia

Senin, 13 April 2026 - 19:44 WIB

MSJC Juara Sepakbola PORWASU 2026 Piala Gubernur Sumut

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

Madura United Kejar Kebangkitan di Sisa Musim demi Keluar Zona Degradasi

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:20 WIB

Bundesliga Memanas, Borussia Dortmund Terus Tekan Bayern Munchen

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:35 WIB

Kronologi Lengkap Sanksi FIFA ke Israel, Proses dan Dampaknya

Berita Terbaru

pengemudi mitsubishi pajero ditangkap

Berita

Mitsubishi Pajero Tabrak Lari, Update Kasus Jakarta Timur

Senin, 4 Mei 2026 - 20:22 WIB