Apple disebut sedang menyiapkan pembaruan iPhone paling besar dalam sejarah produknya. Informasi ini menguat setelah Bloomberg melalui Mark Gurman menyebut bahwa perusahaan tengah memasuki siklus perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk lini smartphone andalannya. Jika kabar ini akurat, Apple tidak sekadar menyiapkan penyegaran desain, tetapi pergeseran besar yang bisa mengubah arah iPhone dalam beberapa tahun ke depan.
Rencana tersebut disebut mencakup dua langkah utama. Pertama adalah kehadiran iPhone lipat yang diperkirakan muncul dalam waktu dekat. Kedua, Apple dikabarkan menyiapkan model layar penuh tanpa gangguan visual yang bisa hadir pada 2027, bertepatan dengan dua dekade sejak iPhone pertama diperkenalkan ke publik pada Januari 2007.
Masuk ke segmen ponsel lipat akan menjadi perubahan strategis yang sangat besar bagi Apple. Selama ini perusahaan cenderung menunggu lebih lama dibanding para pesaing sebelum masuk ke kategori baru, tetapi ketika mereka bergerak, biasanya pendekatannya lebih matang dan sangat terintegrasi dengan perangkat lunak. iPhone lipat ini dikabarkan akan membuka seperti buku, mirip konsep yang selama ini dikenal pada lini Samsung Galaxy Z Fold.
Dari informasi yang beredar, perangkat tersebut akan membawa layar bagian dalam sekitar 7,7 inci dan layar luar 5,3 inci. Ukuran itu menunjukkan bahwa Apple ingin menjadikan model ini bukan sekadar ponsel biasa yang bisa ditekuk, tetapi perangkat yang mampu menawarkan pengalaman multimedia dan multitasking yang lebih luas. Jadi, bukan cuma buat gaya, tapi juga supaya orang bisa kerja, nonton, dan pindah aplikasi tanpa merasa layarnya sesak.
Pada sisi perangkat lunak, iOS 27 disebut akan dioptimalkan untuk memanfaatkan format lipat. Ini termasuk kemampuan menjalankan aplikasi berdampingan, sesuatu yang sangat penting bila Apple ingin perangkat lipatnya benar-benar terasa berguna, bukan sekadar eksperimen mahal. Dalam ekosistem Apple, software yang pas sering kali sama pentingnya dengan bentuk perangkat itu sendiri.
Dari sisi kamera dan autentikasi, analis Ming-Chi Kuo menyebut iPhone lipat ini kemungkinan akan membawa dua kamera belakang dan satu kamera depan. Menariknya, Apple disebut mungkin memakai tombol daya dengan Touch ID bawaan, bukan Face ID. Jika benar, ini akan menjadi salah satu perubahan identitas yang cukup besar mengingat Face ID sudah lama menjadi wajah utama keamanan iPhone modern.
Namun proyek yang tak kalah ambisius justru datang untuk edisi peringatan 20 tahun iPhone. Apple kabarnya menyiapkan desain dengan layar penuh benar-benar edge-to-edge, dibalut bodi kaca melengkung tanpa gangguan visual seperti punch hole atau notch. Kamera depan akan ditempatkan di bawah layar agar tampilan muka perangkat terlihat utuh dan bersih. Kalau berhasil, ini akan menjadi bentuk iPhone yang selama bertahun-tahun cuma hidup di imajinasi render internet dan diskusi fanboy larut malam.
Yang menarik, perubahan ini juga memperlihatkan bahwa Apple tidak lagi puas hanya dengan pembaruan bertahap. Selama beberapa generasi terakhir, iPhone kerap dikritik karena terasa terlalu aman dalam desain. Dengan rumor tentang iPhone lipat dan model full-screen ini, Apple tampaknya siap menjawab kritik itu lewat lompatan yang lebih berani, sekaligus membuka fase baru dalam evolusi perangkat paling penting mereka.
Jika semua rencana ini berjalan sesuai target, maka beberapa tahun ke depan bisa menjadi periode paling penting bagi iPhone sejak pertama kali lahir. Apple tidak hanya menyiapkan perangkat baru, tetapi sedang menata ulang masa depan iPhone itu sendiri: dari bentuk, layar, cara berinteraksi, sampai definisi seperti apa smartphone premium seharusnya terlihat di era berikutnya.






