Jeff Bezos kembali menjadi pusat perhatian dunia teknologi setelah namanya dikaitkan dengan inisiatif kecerdasan buatan bernama Project Prometheus. Proyek ini disebut-sebut sebagai langkah besar berikutnya dari pendiri Amazon dalam arena AI, dengan potensi pendanaan yang sangat besar.
Menurut laporan yang beredar, Project Prometheus dapat menggalang dana hingga 100 miliar dolar AS. Angka itu membuat proyek ini langsung masuk radar sebagai salah satu taruhan paling ambisius di sektor AI. Sebelumnya, inisiatif ini disebut telah mendapat dukungan awal sekitar 6,2 miliar dolar AS dari kekayaan pribadi Bezos.
Nama “Prometheus” sendiri punya makna simbolis yang kuat. Dalam mitologi Yunani, Prometheus dikenal sebagai figur yang mencuri api dari para dewa. Pemilihan nama itu seolah ingin menegaskan ambisi besar proyek ini: menghadirkan lompatan baru yang mampu mengubah lanskap teknologi, khususnya di bidang kecerdasan buatan.
Yang menarik, Jeff Bezos dikabarkan tidak akan menjalankan proyek ini sendirian. Ia disebut berbagi posisi manajer umum dengan Vik Bajaj, sosok yang pernah menjabat di bidang ilmu kehidupan Google. Kolaborasi keduanya memberi sinyal bahwa Prometheus ingin dibangun dengan kombinasi kekuatan bisnis, teknologi, dan arah strategis jangka panjang.
Sejumlah manuver yang disebut terkait proyek ini juga memperlihatkan skalanya. Di antaranya adalah perekrutan agresif talenta dari perusahaan teknologi besar, pendekatan yang mulai terlihat di lingkaran politik Amerika Serikat, serta keberlanjutan investasi Bezos di sektor lain seperti kedirgantaraan melalui Blue Origin.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bezos memang tidak benar-benar “menghilang” setelah mundur dari posisi CEO Amazon. Ia tetap menjadi ketua eksekutif, aktif di proyek luar angkasa, dan beberapa kali muncul dalam sorotan publik lewat aktivitas media, bisnis, hingga hubungan politik. Kehadiran Project Prometheus memperkuat kesan bahwa masa pensiun penuh santai tampaknya belum masuk daftar prioritasnya.
Langkah ini juga bisa dibaca sebagai respons terhadap persaingan yang semakin ketat di dunia teknologi, terutama dengan figur-figur besar lain seperti Elon Musk yang terus bergerak agresif. Dengan AI menjadi arena baru perebutan pengaruh, Bezos tampaknya tidak ingin hanya duduk di tribun sambil menonton.
Meski belum semua detail Project Prometheus terbuka ke publik, satu hal sudah terlihat jelas: Jeff Bezos sedang menyiapkan babak baru. Jika proyek ini benar-benar berkembang sesuai rumor yang beredar, ia bukan hanya akan menjadi investasi raksasa, tetapi juga simbol bahwa para miliarder teknologi belum kehabisan cara untuk kembali masuk panggung—dan kali ini, panggungnya bernama AI.






