Asus menghadirkan ExpertBook Ultra sebagai laptop bisnis yang tampil jauh lebih berani dari bayangan banyak orang. Perangkat ini bukan hanya menawarkan desain tipis dan premium, tetapi juga mengusung panel Tandem OLED matte serta grafis terintegrasi yang performanya disebut mengesankan untuk kelas ultraportable.
Dari sisi tampilan luar, ExpertBook Ultra menggunakan bodi aluminium dengan lapisan nanoceramic 9H yang terasa halus namun tetap tahan terhadap goresan dan sidik jari. Bobotnya sekitar 1,24 kilogram dengan profil tipis, sehingga mudah dibawa bepergian. Secara visual, laptop ini bahkan disebut mampu berdiri sejajar dengan lini premium Asus seperti Zenbook dan Vivobook.
Keyboard-nya menawarkan pengalaman mengetik yang nyaman untuk sesi panjang, sementara touchpad haptic berbahan kaca menjadi salah satu nilai jual utamanya. Respons klik merata, presisi tinggi, dan dukungan gesture yang lengkap membuat perangkat ini tetap nyaman dipakai tanpa mouse eksternal. Audio juga tidak kalah kuat, dengan dukungan speaker Dolby Atmos yang menghadirkan suara penuh dan lantang untuk kerja maupun hiburan.
Kekuatan utama ExpertBook Ultra terletak pada layarnya. Asus membekali laptop ini dengan panel 14 inci beresolusi 2880 x 1800 piksel, rasio 16:10, dan refresh rate hingga 120 Hz. Yang membuatnya istimewa adalah penggunaan teknologi Tandem OLED, yaitu panel dengan dua lapisan emisi yang memberikan efisiensi lebih baik, umur pakai lebih panjang, dan kecerahan jauh lebih tinggi dibanding OLED biasa.
Lapisan Gorilla Glass matte juga menjadi pembeda penting. Selama ini, salah satu kelemahan OLED di laptop adalah pantulan cahaya dari permukaan glossy yang membuat penggunaan luar ruangan terasa menyiksa. Di sini, Asus mencoba memecahkan masalah itu dengan permukaan matte tanpa mengorbankan kualitas warna, sehingga layar tetap nyaman dipakai di lingkungan terang.
Spesifikasi internalnya pun cukup serius. Laptop ini menggunakan prosesor Intel Core Ultra X7 358H dengan iGPU Intel Arc B390, RAM LPDDR5X 32 GB, dan SSD NVMe PCIe 5.0 2 TB. Dalam pengujian, perangkat disebut mampu menjalankan aplikasi produktivitas berat seperti Adobe Creative Cloud dan Blender dengan baik. Bahkan untuk game seperti Fortnite, MotoGP25, GTA V, dan Assetto Corsa, hasil performanya disebut cukup mengesankan untuk ukuran laptop tanpa GPU diskret.
Dari sisi termal, ExpertBook Ultra memang tetap menunjukkan karakter perangkat performa tinggi. Dalam mode performa, suhu CPU dan iGPU bisa naik cukup tinggi, meski panas pada keyboard masih dinilai tidak mengganggu. Laptop ini juga menawarkan beberapa mode operasi, dari performa penuh hingga mode bisik yang lebih senyap dengan konsumsi daya lebih rendah. Jadi kalau ingin kerja serius, dia siap ngebut; kalau mau tenang, dia juga bisa kalem. Jarang-jarang laptop bisnis punya dua kepribadian sefleksibel ini.
Baterai 72 Wh di dalamnya disebut mampu memberikan sekitar 10 jam penggunaan ringan seperti browsing, streaming, dan kerja Office. Dengan harga sekitar 2.299 euro atau sekitar 1.799 euro sebelum PPN, ExpertBook Ultra diposisikan sebagai perangkat lini bisnis. Namun dari keseluruhan paket yang ditawarkan, laptop ini terasa lebih seperti kejutan premium yang mampu menjembatani dunia kerja, kreativitas, dan sedikit hiburan, tanpa harus mengorbankan portabilitas.






