Penipuan Deepfake 2026 Meledak, Kepercayaan Digital Makin Rapuh di Dunia

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Deefake (Freepik)

Ilustrasi Deefake (Freepik)

Deepfake kini bukan lagi bahan film fiksi ilmiah. Di 2026, teknologi tiruan wajah dan suara semakin mudah diakses, dan dampaknya terasa nyata: penipuan menjadi lebih rapi, lebih meyakinkan, serta jauh lebih terarah.

Sejumlah peneliti yang memantau insiden AI memperingatkan bahwa praktik ini sudah memasuki fase “industrialisasi”. Artinya, membuat identitas palsu, meniru figur publik, atau menempelkan wajah seseorang ke video tertentu tidak lagi memerlukan tim ahli dan biaya besar.

Masalahnya bukan hanya konten palsu, melainkan cara deepfake dipakai untuk menipu. Pelaku bisa menyasar perusahaan maupun individu, memanfaatkan momen panik, rasa percaya pada layar, serta kebiasaan orang mengiyakan permintaan atasan atau orang dekat tanpa verifikasi memadai.

Salah satu contoh yang sering jadi rujukan adalah kasus di Singapura: seorang manajer keuangan di perusahaan multinasional tertipu saat konferensi video yang dibuat seolah-olah ia berbicara dengan atasannya. Akibat skenario yang tampak “normal”, korban mentransfer hampir 500.000 dolar kepada penipu.

Kerugian juga muncul dalam skala luas. Di Inggris, total kerugian akibat penipuan yang berkaitan dengan berbagai modus—termasuk modus digital yang semakin canggih—diperkirakan mencapai 9,4 miliar pound hanya dalam sembilan bulan. Angka itu menegaskan bahwa ancamannya bukan isu kecil.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah pengalaman orang-orang yang berhadapan langsung dengan deepfake di situasi sehari-hari. Jason Rebholz, CEO perusahaan keamanan siber Evoke, menceritakan kejadian setelah ia membagikan lowongan kerja di LinkedIn. Ia menerima lamaran “sempurna”, namun banyak hal terasa janggal: CV terlalu mulus dan komunikasi yang seolah menghindar.

Saat wawancara video berlangsung, kecurigaan meningkat: gambar tidak stabil, latar belakang aneh, serta kontur wajah terlihat blur. Rebholz meneruskan wawancara untuk menghindari konfrontasi, lalu meminta pengecekan ahli. Hasilnya tegas: profil tersebut adalah hasil rekayasa AI.

Para akademisi juga menilai hambatan masuk teknologi ini nyaris hilang. Simon Mylius dari MIT menyebut aksesnya sudah sedemikian mudah sehingga hampir tak ada “gerbang” yang menahan penyalahgunaan. Celah ini membuat laporan tentang penipuan, manipulasi, dan pemalsuan yang ditargetkan semakin mendominasi.

Ke depan, tantangan terberat adalah runtuhnya rasa percaya pada bukti digital. Jika suara bisa ditiru dan video bisa dipalsukan dengan cepat, orang akan ragu pada apa pun yang mereka lihat. Karena itu, banyak ahli mendesak respons kolektif: penguatan keamanan di perusahaan, edukasi publik, dan aturan yang lebih tegas agar penipuan deepfake tidak menjadi norma baru di internet.

Berita Terkait

Ketahui Tanda Penurunan Performa Serta Rincian Biaya Ganti Baterai Tablet iPad Pro Sebelas Inci
Apple Dikabarkan Evaluasi Masa Depan MagSafe di iPhone Baru
Motorola Razr 70 Series Kembali Panaskan Pasar Ponsel Lipat Premium
Apple Uji Langganan App Store Bulanan dengan Harga Lebih Ringan
Threads Hadirkan Live Chats, Fitur Diskusi Real-Time Saat Event Besar
Claude Integrasikan Aplikasi Populer, Asisten AI Kini Lebih Fungsional
Project Prometheus Disebut Jadi Taruhan Baru Jeff Bezos di Industri AI
Apa Itu TV Digital? Pengertian, Keunggulan, Harga, dan Cara Ubah TV Lama

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:11 WIB

Apple Dikabarkan Evaluasi Masa Depan MagSafe di iPhone Baru

Kamis, 30 April 2026 - 14:57 WIB

Motorola Razr 70 Series Kembali Panaskan Pasar Ponsel Lipat Premium

Rabu, 29 April 2026 - 19:25 WIB

Apple Uji Langganan App Store Bulanan dengan Harga Lebih Ringan

Minggu, 26 April 2026 - 10:58 WIB

Threads Hadirkan Live Chats, Fitur Diskusi Real-Time Saat Event Besar

Minggu, 26 April 2026 - 10:58 WIB

Claude Integrasikan Aplikasi Populer, Asisten AI Kini Lebih Fungsional

Berita Terbaru

pengemudi mitsubishi pajero ditangkap

Berita

Mitsubishi Pajero Tabrak Lari, Update Kasus Jakarta Timur

Senin, 4 Mei 2026 - 20:22 WIB