Kiper baru Ajax Amsterdam, Maarten Paes, memberikan pernyataan tegas usai menjalani laga debutnya di Eredivisie musim 2025/2026. Dalam wawancara pascapertandingan, Maarten Paes nilai Ajax seharusnya kalahkan NEC saat bermain di kandang sendiri, Johan Cruijff ArenA. Meski tampil solid di bawah mistar, Paes merasa hasil imbang 1-1 bukanlah target yang pantas bagi klub sebesar de Godenzonen.
Pertandingan yang berlangsung pada Minggu (22/2/2026) dini hari WIB ini menjadi panggung perdana bagi kiper Timnas Indonesia tersebut. Paes turun sebagai starter menggantikan Vitezslav Jaros yang harus menepi karena cedera ACL. Meskipun mencatatkan tujuh penyelamatan gemilang, rasa kecewa tidak bisa disembunyikan dari wajah sang penjaga gawang.
Debut Maarten Paes yang Berakhir Imbang
Ajax sebenarnya sempat memimpin lebih dulu melalui gol cantik dari Mika Godts pada menit ke-39. Keunggulan ini bertahan hingga babak pertama usai. Namun, keasyikan menyerang membuat pertahanan Ajax lengah. Pada menit ke-57, Darko Nejasmic berhasil menyamakan kedudukan melalui kemelut di depan gawang.
Komentar bahwa Maarten Paes nilai Ajax seharusnya kalahkan NEC muncul karena ia merasa timnya memiliki kontrol penuh di babak pertama. Namun, ritme permainan yang menurun di babak kedua menjadi celah bagi tim tamu untuk mencuri poin.
Analisis Pertahanan Menurut Maarten Paes
Dalam keterangannya, Paes menyebutkan bahwa standar di Ajax sangat tinggi. “Ketika Anda bermain untuk Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang,” ujarnya dilansir dari laman resmi klub. Ia menyoroti kurangnya antisipasi tim dalam menghadapi situasi bola mati yang berujung gol lawan.
Selain itu, Paes juga mengevaluasi penampilannya sendiri. Meskipun mendapat rating tinggi dari berbagai situs statistik, ia mengaku masih melakukan kesalahan kecil dalam kontrol bola. Hal ini ia maklumi karena masih dalam proses adaptasi dengan ritme permainan di Belanda setelah pindah dari FC Dallas.
Statistik Gemilang Maarten Paes Lawan NEC
Walaupun merasa Maarten Paes nilai Ajax seharusnya kalahkan NEC, ia tetap mendapatkan pujian dari para penggemar. Berikut adalah beberapa statistik penting Paes dalam laga debutnya:
-
Total Penyelamatan: 7 kali.
-
Penyelamatan Krusial: Menepis sundulan jarak dekat Ahmetcan Kaplan di masa injury time.
-
Akurasi Umpan: 78% dalam distribusi bola dari lini belakang.
-
Rating Pertandingan: 7.6 (salah satu yang tertinggi di tim).
Keberadaan Paes di bawah mistar setidaknya memberikan rasa aman bagi pertahanan Ajax yang sering digempur serangan balik cepat oleh NEC Nijmegen.
Dampak Hasil Imbang bagi Klasemen Ajax
Hasil seri ini membuat Ajax tertahan di peringkat keempat klasemen sementara Eredivisie dengan koleksi 43 poin. Mereka gagal menyalip NEC yang saat ini duduk di peringkat ketiga hanya karena keunggulan selisih gol.
Kekecewaan Paes sangat beralasan, mengingat persaingan di papan atas Liga Belanda semakin ketat menjelang akhir musim. Jika ingin mengamankan tiket kualifikasi Liga Champions, Ajax tidak boleh lagi kehilangan poin di laga kandang seperti ini.
Langkah Selanjutnya untuk Ajax dan Paes
Setelah laga ini, staf pelatih Ajax dijadwalkan akan melakukan evaluasi menyeluruh. Paes menegaskan bahwa ia akan belajar dari pengalaman debutnya. Fokus utamanya adalah memperbaiki komunikasi dengan bek tengah agar situasi kemelut di kotak penalti tidak terulang kembali.
Penggemar sepak bola di Indonesia tentu berharap Maarten Paes terus mendapatkan kepercayaan sebagai kiper utama. Penampilan heroiknya di Johan Cruijff ArenA menjadi bukti bahwa ia adalah aset berharga bagi Ajax untuk mengarungi sisa musim 2026.






