Dominasi video vertikal belum menunjukkan tanda melambat. Di tengah persaingan sengit dengan TikTok dan YouTube Shorts, Instagram disebut sedang menguji desain baru yang membuat pengalaman pengguna semakin “Reels-sentris”—bahkan sejak aplikasi pertama kali dibuka.
Jika sebelumnya Instagram menampilkan Stories di bagian atas dan feed campuran antara foto serta video, arah baru ini mendorong Reels menjadi pintu masuk utama. Dalam skenario uji coba yang beredar, pengguna bisa langsung “mendarat” di deretan Reels tanpa akhir, sementara Stories tetap ada tetapi bukan lagi pusat perhatian.
Isu soal desain Reels-first sebenarnya bukan hal baru. Sejak September 2025, Meta sempat mengumumkan uji coba pengalaman yang lebih memprioritaskan Reels. Namun belakangan, detail yang beredar terlihat lebih konkret—seolah Instagram ingin meniru pola konsumsi konten ala “Untuk Anda” yang identik dengan TikTok.
Salah satu elemen yang menarik adalah kemunculan tab baru bernama “Umpan Anda”. Dari informasi yang beredar, tab ini memungkinkan pengguna memilih feed terpisah sesuai preferensi, bukan hanya bergantung pada satu feed campuran yang ditentukan algoritma.
Dalam opsi yang disebut-sebut sedang diuji, pengguna bisa mengakses beberapa mode tampilan: feed “Orang yang Diikuti”, “Teman” (yang saling follow), mode kronologis “Terbaru”, konten “Disimpan”, “Favorit”, “Disarankan”, hingga opsi “Post saja” yang hanya menampilkan posting statis tanpa Reels.
Keunggulan lain yang digadang adalah kemampuan mengatur ulang urutan feed tersebut. Artinya, pengguna dapat menempatkan mode yang paling sering dipakai di posisi depan. Ini memberi kesan Instagram ingin tetap mendorong algoritma, tetapi menyediakan “jalan keluar” bagi pengguna yang rindu feed lebih tradisional atau kronologis.
Strategi seperti ini sebenarnya sudah punya “saudara” di ekosistem Meta. Threads, aplikasi sosial yang terhubung dengan Instagram, pernah memperkenalkan fitur kustomisasi feed yang serupa dan disebut mendapat respons cukup positif. Jika berhasil, Meta bisa meniru pendekatan itu untuk menahan pengguna agar tidak pindah platform.
Meski demikian, belum ada jadwal resmi kapan perubahan ini akan diluncurkan secara global. Karena masih tahap pengembangan, tidak semua fitur yang terlihat dalam bocoran pasti akan masuk versi final. Meta sering melakukan penyesuaian berdasarkan uji coba terbatas, termasuk membatalkan fitur tertentu jika respons pengguna tidak sesuai harapan.
Namun melihat arah industri, perubahan ini terasa masuk akal. Instagram terus mendorong konten video pendek sebagai pusat engagement, sementara kompetitor memperketat inovasi. Jika desain Reels-first benar-benar dirilis, cara orang “membuka dan menikmati” Instagram akan berubah: lebih cepat, lebih algoritmik, dan makin mirip pengalaman scrolling TikTok.
Bagi kreator, perubahan ini bisa berarti peluang distribusi yang lebih besar untuk Reels. Bagi pengguna, konsekuensinya bergantung pada selera: sebagian mungkin senang karena konten video makin dominan, sementara yang lain akan mencari feed “Terbaru” atau “Post saja” agar tetap bisa menikmati Instagram dengan ritme lama.






