Mengapa La Masia Jarang Cetak Striker Tajam

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lewandowski

Lewandowski

Barcelona kerap dikenal sebagai klub dengan akademi terbaik di dunia lewat La Masia. Namun, ada satu pertanyaan yang terus muncul: mengapa akademi ini jarang melahirkan striker nomor 9 yang benar-benar tajam dan bertahan lama di tim utama?

Dalam beberapa musim terakhir, banyak pemain inti Barcelona justru tumbuh dari La Masia, mulai dari lini belakang hingga gelandang. Bahkan, pemain muda seperti Lamine Yamal mencatat menit bermain yang sangat besar di tim utama. Tetapi untuk posisi striker murni, Barcelona tetap lebih sering mencari solusi dari bursa transfer.

Salah satu alasan yang sering disebut adalah filosofi latihan. Pola pembinaan di La Masia menekankan teknik tinggi, permainan kombinasi di ruang sempit, dan kecerdasan posisi. Model ini cocok melahirkan gelandang dan winger kreatif, tetapi kadang membuat profil striker “spesialis gol” kurang diprioritaskan jika dianggap tidak memenuhi seluruh kriteria permainan kolektif.

Menurut beberapa pengakuan dari pihak internal, striker di Barcelona bukan hanya dituntut mencetak gol. Mereka juga harus mampu terlibat dalam build-up, turun menjemput bola, menjaga ritme, menekan lawan, dan tetap efektif saat membelakangi gawang. Akibatnya, striker muda yang sebenarnya produktif bisa dinilai “kurang lengkap”.

Alasan lain adalah karakter posisi striker yang minim toleransi. Pemain gelandang bisa diberi menit sedikit demi sedikit untuk adaptasi, sementara striker sering dinilai dari dampak instan. Ketika kesempatan datang, tuntutannya sederhana tetapi berat: harus langsung mencetak gol. Jika tidak, ruang sabar klub biasanya lebih tipis.

Situasi ini membuat Barcelona lebih memilih merekrut striker yang sudah teruji, apalagi saat tim butuh solusi cepat. Maka, meski La Masia tetap menghasilkan talenta besar, untuk posisi penyerang tengah, jalur akademi sering kalah oleh kebutuhan hasil instan dari pasar transfer.

Berita Terkait

Gaji Federico Barba di Persib Bandung, Intip Nilai Kontrak dan Performa Sang Bek Italia
MSJC Juara Sepakbola PORWASU 2026 Piala Gubernur Sumut
Madura United Kejar Kebangkitan di Sisa Musim demi Keluar Zona Degradasi
Bundesliga Memanas, Borussia Dortmund Terus Tekan Bayern Munchen
Kronologi Lengkap Sanksi FIFA ke Israel, Proses dan Dampaknya
Laga Perdana Liga 4 Persimi vs Persiker, Duel Sengit di Lapangan Hijau
Meksiko Pecahkan Rekor Kelas Sepak Bola Terbesar di Dunia Jelang Piala Dunia 2026
PSSI Tunjuk Sumatera Utara Jadi Tuan Rumah AFF U-19 2026

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:40 WIB

Gaji Federico Barba di Persib Bandung, Intip Nilai Kontrak dan Performa Sang Bek Italia

Senin, 13 April 2026 - 19:44 WIB

MSJC Juara Sepakbola PORWASU 2026 Piala Gubernur Sumut

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

Madura United Kejar Kebangkitan di Sisa Musim demi Keluar Zona Degradasi

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:20 WIB

Bundesliga Memanas, Borussia Dortmund Terus Tekan Bayern Munchen

Jumat, 20 Maret 2026 - 21:35 WIB

Kronologi Lengkap Sanksi FIFA ke Israel, Proses dan Dampaknya

Berita Terbaru

pengemudi mitsubishi pajero ditangkap

Berita

Mitsubishi Pajero Tabrak Lari, Update Kasus Jakarta Timur

Senin, 4 Mei 2026 - 20:22 WIB