WAIT resmi debut sebagai proyek baru Winaldy Senna lewat single “Beautiful Lie”. Kehadiran proyek ini menandai ruang eksplorasi yang lebih bebas, personal, dan tanpa batas setelah Winaldy mundur dari proyek musik sebelumnya. Dengan formasi baru yang diisi musisi berpengalaman, WAIT terasa seperti awal yang dirancang dengan serius, bukan sekadar iseng bikin proyek sampingan.
Di dalam WAIT, Winaldy bergabung dengan Mustika Kamal, Asido Sigit, dan Ian Anatha. Kombinasi ini menghadirkan karakter yang berbeda-beda, tetapi saling mengisi dalam arah musik yang eksploratif. Hasilnya, WAIT tidak mencoba terdengar aman atau terlalu rapi. Mereka justru memilih masuk ke ruang yang lebih liar, lebih emosional, dan lebih berlapis.
“Beautiful Lie” menjadi pintu masuk yang kuat. Lagu ini menggabungkan energi eksplosif dengan tema gelap tentang trauma yang dipendam sejak masa kecil. Ceritanya menyorot luka batin seorang anak yang tumbuh dari kekecewaan terhadap sosok panutan. Dari situ, lagu ini terasa lebih seperti ledakan emosional ketimbang sekadar single pembuka.
Secara musikal, WAIT mengusung modern rock dengan campuran yang berani: metal, R&B, funk, hingga K-pop. Referensi yang luas itu tidak membuat lagunya terasa berantakan, justru memberi warna kontras yang membuat karakter WAIT lebih menonjol. Ada rasa modern, ada tenaga besar, dan ada kesan bahwa band ini tidak takut menabrakkan banyak pengaruh sekaligus.
Music video “Beautiful Lie” juga digarap dengan pendekatan visual yang kuat. Progresif Entertainment dan Adrybros menghadirkan simbol-simbol emosional yang mempertegas isi lagu. Visualnya tidak hanya menjadi hiasan, tetapi memperluas semesta WAIT sebagai proyek yang ingin punya identitas naratif sejak awal.
Lagu ini kini sudah tersedia di berbagai platform streaming digital dan juga bisa ditonton melalui kanal YouTube resmi WAIT. Kehadirannya memberi sinyal bahwa proyek ini tidak ingin berjalan setengah hati. Dari musik, visual, sampai identitas, semuanya tampak disusun untuk memperkenalkan karakter baru yang tegas dan berani.
Bagi pendengar rock modern, WAIT menawarkan sesuatu yang menarik: lagu yang keras tetapi tetap punya kedalaman emosi. Mereka tampak ingin menjembatani energi besar dengan cerita yang personal. Itu membuat “Beautiful Lie” terasa lebih dari sekadar debut—ia seperti pernyataan bahwa proyek ini siap masuk ke percakapan rock modern dengan suara yang berbeda.
Kalau debut saja sudah terasa padat dan penuh lapisan, maka arah WAIT ke depan jelas layak diikuti. Mereka datang dengan tema trauma, identitas musikal yang luas, dan energi yang tidak main-main. Dalam bahasa sederhana: ini bukan proyek yang datang untuk lewat, tetapi untuk tinggal.






