Sebuah video TikTok yang membahas manga kembali memicu perdebatan lintas negara. Pemilik akun yang dikenal dengan konten komedinya merilis video bertema “mangaka yang tidak membuat karakter perempuan terlihat seksi”. Dalam daftar, ia menyebut beberapa nama besar, termasuk Eiichiro Oda, dan hal itulah yang memantik reaksi keras dari netizen Jepang.
Masalah pertama yang disorot adalah kesan minim riset. Warganet menemukan bahwa video tersebut menampilkan foto yang salah untuk menggambarkan Eiichiro Oda, sehingga dianggap memperlihatkan ketidaktelitian dasar. Kesalahan itu kemudian memperkuat anggapan bahwa konten dibuat lebih untuk mengejar viral ketimbang memahami materi yang dibahas.
Di luar soal gambar, pemilihan nama Oda dianggap paling “mengundang tawa” oleh sebagian komentar. Banyak penggemar menilai One Piece justru dikenal dengan desain karakter yang sangat mudah dikenali dan sering memunculkan kurva tubuh yang mencolok, sehingga klaim bahwa seri tersebut “tidak menonjolkan aspek seksi” dianggap tidak nyambung.
Kritik juga muncul ketika daftar itu memasukkan nama-nama lain yang karya-karyanya dinilai memiliki elemen sensitif dalam konteks tertentu. Akibatnya, video tersebut menjadi bahan ejekan, dan memicu gelombang diskusi soal perbedaan budaya, cara membaca karya, serta kebiasaan platform media sosial yang sering menyederhanakan topik kompleks jadi satu kalimat.






