Kalender festival musik Jakarta kembali memanas. The Sounds Project Vol. 9 resmi mengumumkan jadwal tiga hari pada 7–9 Agustus 2026, dengan lokasi di Ecovention & Ecopark Ancol. Tema yang diangkat tahun ini adalah “Beyond Memories”, mengisyaratkan festival yang tidak cuma mengandalkan nostalgia, tetapi juga “adu genre” yang lebih luas.
Dengan format tiga hari, festival ini biasanya memberi ruang bagi penonton untuk memilih pengalaman: datang harian, atau mengambil pass tiga hari dan menjadikan Ancol sebagai basecamp musik. Yang jelas, lineup yang diumumkan menunjukkan strategi merangkul banyak selera, dari pop yang manis sampai rock yang bising tapi ngangenin.
Salah satu headline internasional datang dari JET, unit rock asal Australia, yang dijadwalkan tampil pada hari ketiga. Kehadiran JET menambah aroma “festival besar” karena band ini dikenal punya katalog lagu yang lekat dengan era rock modern awal 2000-an.
Dari kubu lokal, barisan nama besar mengisi panggung di berbagai hari. Ada Pamungkas, Rizky Febian, Mahalini, dan Kunto Aji yang cenderung membawa atmosfer emosional dan sing-along. Di sisi lain, ada pula nama-nama yang lebih “menghentak” untuk penonton yang butuh energi cepat.
Keragaman juga terlihat lewat kehadiran NDX AKA dan Tipe-X yang identik dengan keramaian, plus sejumlah nama alternatif seperti The Adams, Reality Club, Barasuara, Elephant Kind, hingga The Panturas. Kombinasi ini membuat festival terasa seperti playlist raksasa: ada yang bisa diputar sambil peluk tas, ada yang bikin lompat sampai lupa besok kerja.
Salah satu bagian yang diprediksi menyita perhatian adalah konsep tribute yang dibawa penyelenggara. Disebut ada Tribute to Oasis oleh Magicpie yang menggandeng Aldi Taher, serta Tribute to The Beatles oleh G-Pluck. Format tribute sering jadi magnet karena memancing rasa penasaran: “ini bakal serius, lucu, atau dua-duanya?”
Dari sisi tiket, penyelenggara memulai penjualan fase awal. Informasi yang beredar menyebut 3 Days Pass di kisaran Rp399.999 sudah mendekati habis, sementara Daily Pass dibuka dengan harga mulai Rp135.000. Seperti pola festival pada umumnya, harga fase awal ini biasanya jadi yang paling “ramah dompet” sebelum naik ke presale atau normal.
Dengan target partisipasi yang besar, penyelenggara juga mengingatkan pembeli untuk menggunakan kanal resmi agar terhindar dari penipuan. Peringatan ini relevan karena euforia festival sering jadi lahan empuk calo dan akun palsu yang jual janji manis tanpa tiket asli.
Jika melihat lineup per hari, hari pertama memuat kombinasi pop dan alternatif yang kuat, hari kedua menawarkan variasi yang lebih luas, dan hari ketiga menutup dengan headliner internasional serta paket tribute yang “unik”. Pola ini terasa seperti strategi menahan stamina penonton: jangan habiskan tenaga di hari pertama, karena hari ketiga biasanya justru paling ramai.
The Sounds Project Vol. 9 pada akhirnya bukan sekadar daftar nama, melainkan ajang yang menguji satu hal: seberapa kuat Anda bertahan tiga hari penuh tanpa kehilangan suara—atau minimal tanpa kehilangan teman di tengah lautan manusia yang sama-sama berkata, “tadi di depan panggung kok sekarang jauh banget ya?”






