Sukses Lancar Rejeki kembali menghadirkan karya baru lewat EP berjudul Perang Sarung Gajah Moshing, sebuah rilisan yang mereka siapkan sebagai penanda semangat Ramadan hingga suasana Lebaran. Karya ini terasa istimewa karena lahir di tengah padatnya aktivitas para personel yang masih menjalani keseharian sebagai pelajar, sambil tetap aktif tampil di berbagai panggung musik.
Judul EP tersebut diambil dari tradisi yang akrab dengan bulan puasa, yakni perang sarung. Namun, Sukses Lancar Rejeki memberi sentuhan khas lewat istilah “gajah moshing” yang terasa jenaka sekaligus enerjik. Sarung bermotif gajah yang identik dengan suasana Ramadan kemudian dipakai sebagai simbol kebersamaan, semangat muda, dan ledakan energi yang ingin mereka bawa ke dalam musik.
Secara keseluruhan, EP ini menjadi rangkuman pengalaman personal para personelnya selama menjalani puasa sampai merayakan Hari Raya Idul Fitri. Total ada tujuh lagu yang seluruh proses produksinya digarap mandiri di Studimo JM. Pendekatan mandiri ini menegaskan keseriusan mereka dalam membangun identitas musikal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu lagu yang paling menonjol adalah “Lebaran, So Far Away”. Lagu ini menggambarkan suasana berkumpul bersama keluarga besar ketika hari raya tiba. Momen hangat seperti pembagian THR, dapur yang sibuk menyiapkan hidangan khas, serta pertemuan lintas generasi di rumah menjadi sumber utama emosi dalam penulisan lagu tersebut.
Di sisi lain, lagu “Perang Sarung Gajah Moshing” memotret semangat masa muda yang meledak selepas salat subuh di masjid. Lagu itu mengangkat nuansa perang sarung yang penuh tenaga, keringat, dan keseruan khas anak muda, bahkan ketika tubuh sedang menahan lapar dan haus. Gambaran itu membuat lagu ini terasa liar, segar, dan dekat dengan realitas Ramadan di banyak tempat.
Ada pula lagu “Mokel” yang membawa pesan lebih lugas. Melalui lagu ini, Sukses Lancar Rejeki mengajak pendengarnya menjaga puasa dan menjauhi kebiasaan mokel. Pesannya sederhana, tetapi justru itu yang membuat lagu ini terasa potensial menjadi soundtrack Ramadan yang ringan, mudah diingat, dan bisa terus diputar pada tahun-tahun berikutnya.
Nuansa mudik hadir dalam lagu “Pulang Kampung”, yang bercerita tentang perjalanan panjang penuh rindu menuju kampung halaman. Macet, lelah, dan jarak tempuh yang melelahkan berubah menjadi rasa lega ketika akhirnya bisa bertemu keluarga. Kisah itu dibuat makin personal dengan latar perjalanan para personel yang pulang ke daerah masing-masing, dari Palembang, Bawean, hingga Brebes. Jadi, ini bukan sekadar lagu mudik, tetapi juga seperti peta rindu versi band sekolah yang niatnya serius.
Sementara itu, lagu “Kembali” menjadi persembahan emosional untuk Enpa, sang kakek yang juga dikenal sebagai penulis lagu sekaligus sosok panutan bagi mereka. Lagu ini memberi ruang eksplorasi yang lebih bebas bagi tiap personel untuk menumpahkan warna musik masing-masing. EP Perang Sarung Gajah Moshing sendiri telah dirilis pada 18 Februari 2025 melalui kolaborasi dengan Kobra Musik dan Demajors. Format CD serta kaus resmi rilisan ini juga sudah tersedia lewat situs Demajors dan jaringan distribusinya di berbagai kota.






