Siksakubur akhirnya membuka kembali gerbang kreatif mereka melalui single “Demolisi / Holoskaustos”, sebuah rilisan yang sekaligus menandai dimulainya fase baru setelah masa vakum yang cukup panjang. Bagi penggemar brutal death metal Indonesia, kehadiran lagu ini tentu bukan sekadar kabar biasa. Ia terasa seperti tanda bahwa salah satu nama paling berpengaruh di skena ekstrem kembali bergerak dengan arah yang jauh lebih konseptual.
Lagu ini menjadi pintu pembuka menuju mini album terbaru bertajuk Dari Langit, yang direncanakan akan hadir dalam format fisik CD lewat Brutalmind Records. Posisi “Demolisi / Holoskaustos” tidak hanya penting sebagai single perdana, tetapi juga sebagai fondasi awal yang memperkenalkan suasana, tema, dan semesta yang akan dibangun penuh dalam EP tersebut.
Yang membuat proyek ini menonjol adalah pendekatan tematik yang berbeda dari karya-karya Siksakubur sebelumnya. Kali ini mereka masuk ke wilayah fiksi kosmik, sebuah area yang belum pernah benar-benar dieksplorasi secara penuh oleh band ini. Narasinya mengangkat gagasan tentang entitas primordial yang diturunkan oleh Sang Pencipta untuk menyampaikan pengetahuan langit kepada manusia pertama, menciptakan fondasi cerita yang gelap, luas, dan sarat tafsir.
Pemilihan konsep tersebut memberi kesan bahwa Siksakubur tidak ingin sekadar kembali dengan formula lama. Mereka datang dengan visi baru yang lebih berani, memperluas identitas musiknya tanpa kehilangan kekerasan sonik yang selama ini menjadi ciri utama. Dalam musik ekstrem, langkah seperti ini selalu menarik, karena tantangannya bukan hanya menjaga brutalitas, tetapi juga memastikan kedalaman gagasan tetap terasa.
Proses produksi Dari Langit sendiri dilakukan di beberapa studio, yaitu Venom Studio, Darling Studio, dan Fortune Record Studio. Pembagian peran kreatif di dalamnya juga cukup jelas. Seluruh riff gitar ditulis oleh Andre Marora Tiranda lalu dikembangkan bersama Adhytia Perkasa, sementara lirik dan cerita fiksi dalam proyek ini sepenuhnya dikerjakan oleh Septian Maulana. Jadi, dari sisi musikal maupun naratif, EP ini terlihat dibangun dengan pondasi yang cukup terarah.
Untuk bagian rekaman gitar, Siksakubur mempercayakannya kepada Ricky Rangga Dwi Zeiza. Selain itu, mereka juga melibatkan Krisnanda Yusuf dari Violentia sebagai additional member. Kehadiran musisi tambahan ini memberi warna baru yang berpotensi memperkaya dinamika komposisi, tanpa menghilangkan identitas utama band yang sudah lama dikenal publik.
Formasi yang terlibat dalam proyek ini mencakup Andre Marora Tiranda pada gitar, Adhytia Perkasa pada drum, Septian Maulana sebagai vokalis, dan Ricky Rangga Dwi Zeiza pada gitar. Dengan susunan tersebut, Siksakubur tampak sedang merakit energi baru, bukan hanya untuk menandai comeback, tetapi juga untuk mempertegas bahwa mereka masih relevan dan tetap berbahaya di peta ekstrem metal Indonesia.
Melalui “Demolisi / Holoskaustos”, Siksakubur seolah menyampaikan bahwa masa diam mereka bukan berarti kehilangan arah. Sebaliknya, lagu ini menjadi bukti bahwa mereka kembali dengan perspektif yang lebih luas dan lebih terstruktur. Jika single pembuka ini menjadi gambaran awal, maka Dari Langit berpotensi menjadi salah satu rilisan yang layak diperhitungkan serius di skena metal Indonesia tahun ini.






