Pemerintah berencana memperluas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tidak hanya menyasar pelajar, tetapi juga lansia serta penyandang disabilitas. Langkah ini merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Sosial dan Badan Gizi Nasional.
Prioritas awal diberikan kepada lansia berusia di atas 75 tahun yang tinggal sendiri. Kelompok ini dinilai paling rentan terhadap masalah gizi dan kesehatan.
Fasilitas dapur umum di bawah Badan Gizi Nasional nantinya akan melayani distribusi makanan bagi kelompok sasaran baru tersebut, selain tetap memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah.
Penentuan penerima manfaat akan didasarkan pada data pemerintah daerah yang kemudian diverifikasi melalui asesmen Kementerian Sosial sebelum diserahkan untuk pelaksanaan program.
Selain penyediaan makanan, pemerintah juga mempertimbangkan dukungan tenaga pendamping atau caregiver untuk membantu distribusi serta memastikan kebutuhan lansia dan disabilitas terpenuhi.
Pengelolaan anggaran program tetap berada di Badan Gizi Nasional, sementara Kementerian Sosial fokus pada pendataan penerima dan sistem distribusi lapangan.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan sekaligus memperkuat upaya pemenuhan gizi nasional.






