Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pemborosan anggaran. Dalam agenda groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, ia menegaskan pendanaan program berasal dari penghematan dan efisiensi belanja pemerintah.
Prabowo menyebut sejak awal peluncuran MBG dirinya kerap dituduh menghambur-hamburkan uang negara, termasuk dari kalangan yang meragukan efektivitas program. Ia menolak anggapan itu dan menyatakan anggaran MBG diperoleh dari pemangkasan kegiatan yang dinilai tidak produktif.
Menurut Presiden, pemerintah mengurangi praktik pemborosan seperti rapat, seminar, dan perjalanan dinas yang tidak memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Efisiensi anggaran dinilai penting untuk mencegah kebocoran dan potensi korupsi, sekaligus mengalihkan dana ke program yang berdampak nyata, terutama bagi kelompok ekonomi lemah.
Ia menekankan kritik terhadap kebijakan publik wajar dalam demokrasi, namun program pemenuhan gizi untuk anak-anak dan kelompok rentan semestinya dipandang sebagai investasi jangka panjang. Prabowo juga mengaitkan masalah kekurangan gizi dengan hambatan perkembangan sel tubuh, termasuk sel otak, tulang, dan otot, serta menyinggung stunting yang disebut berkisar 25 persen.






