Tahun 2026 menjadi momen “mengendurkan gas” bagi Luna Maya setelah jadwalnya padat sepanjang 2025. Alih-alih menumpuk proyek, ia memilih hadir hanya dalam satu film layar lebar sebagai fokus utama tahun ini.
Proyek tunggal tersebut adalah SUZZANNA: SANTET – Dosa di Atas Dosa, produksi Soraya Intercine Films. Karena menjadi satu-satunya penampilan Luna di bioskop sepanjang 2026, film ini terasa seperti penanda personal: ia kembali ke semesta Suzzanna, tetapi membawa pendekatan yang berbeda dari sebelumnya.
Yang paling mencolok, kali ini Luna tidak memerankan Suzzanna sebagai sosok hantu. Untuk pertama kalinya dalam kisah Suzzanna versi semesta film ini, ia tampil sebagai manusia seutuhnya dari awal hingga akhir, membuat beban dramanya berpindah dari efek seram ke emosi karakter.
Perubahan wujud itu justru menghadirkan tantangan baru. Luna harus menjaga aura “Suzzanna” yang sudah melekat di ingatan publik, tetapi tetap membangun manusia bernama Suzzanna dengan emosi yang lebih dekat, rapuh, dan berlapis.
Untuk mendekati karakter tersebut, ia menelusuri ulang arsip-arsip lama Suzzanna. Prosesnya bukan sekadar meniru, melainkan membaca ulang gaya bermain, ritme dialog, intonasi, hingga detail pelafalan yang dulu menjadi ciri khas sang legenda horor Indonesia.
Di titik ini, peran Suzzanna terasa lebih dari sekadar akting. Luna memandangnya sebagai amanah untuk menjaga “marwah” figur yang begitu besar di sejarah film horor, sehingga setiap detail perlu dipikirkan agar penghormatan pada karakter tetap terasa tanpa membuatnya jadi museum hidup.
Daya tarik lain datang dari pertemuannya dengan Reza Rahadian. Kehadiran aktor peraih enam Piala Citra FFI itu memperkuat ekspektasi penonton, karena kolaborasi mereka berpotensi memadukan dua gaya bermain yang sama-sama kuat: emosi yang rapi, tetapi tetap terasa natural.
Film ini dijadwalkan tayang saat Lebaran 2026, momen ketika bioskop sering menjadi ruang kumpul keluarga. Luna berharap penonton dapat merasakan pengalaman menonton yang hangat: horor yang tetap punya cerita, namun bisa dinikmati sebagai pertemuan bersama di musim libur.
Selain Luna dan Reza, deretan pemainnya juga diisi Clift Sangra, Djenar Maesa Ayu, Adi Bing Slamet, El Manik, Yatti Surachman, Iwa K, Nunung, Andi Rif, Budi Bima, Aziz Gagap, Ence Bagus, hingga Piet Pagau. Semesta Suzzanna sebelumnya juga mencatat capaian besar lewat Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018) dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023) yang meraih jutaan penonton—sehingga proyek Lebaran 2026 ini membawa ekspektasi yang tidak kecil.






