Umur lagu di era digital sering terasa singkat. Banyak rilisan cepat naik, lalu menghilang tertelan gelombang tren. Namun “Masing Masing” justru mematahkan pola itu: semakin jauh dari tanggal rilis, gaungnya malah makin besar.
Kolaborasi antara Ade Govinda dan Ernie Zakri ini menorehkan catatan khusus di Asia Tenggara. Lagu tersebut resmi meraih sertifikasi Triple Platinum di dua negara sekaligus, Indonesia dan Malaysia—pencapaian yang jarang terjadi, terlebih untuk karya yang sudah berjalan lebih dari satu tahun.
“Masing Masing” dirilis pada 2024, tetapi performanya kian menguat sepanjang 2025 hingga memasuki awal 2026. Di berbagai platform, lagu ini seolah menemukan “gelombang kedua” yang membuatnya kembali didengar, dibagikan, dan diputar berulang.
Dari sisi video, angkanya mencolok. Hingga Februari 2026, Official Music Video tercatat menembus 57,86 juta penayangan. Sementara Official Lyrics Video melesat lebih jauh dengan 120,35 juta views, dan versi karaoke mengumpulkan lebih dari 633 ribu tayangan.
Di ranah streaming, “Masing Masing” juga mencatat perolehan yang sulit diabaikan: 233,96 juta streams di Spotify serta 231 juta plays di YouTube Music. Cakupannya tidak hanya kuat di Indonesia dan Malaysia, tetapi ikut ramai di Singapura hingga Brunei Darussalam.
Ade Govinda mengakui capaian ini datang di luar dugaan. Ia menyebut rasa bangga sekaligus syukur karena tidak pernah berekspektasi lagu tersebut mengantarkan begitu banyak prestasi, baik berupa platinum maupun penghargaan lintas negara. “Lagu ini justru semakin populer di 2025, itu yang membuat saya semakin bersemangat untuk terus berkarya,” tuturnya.
Kesuksesan itu rupanya tidak berhenti sebagai perayaan. Ade memastikan akan kembali bekerja sama dengan Ernie Zakri pada 2026. Jika “Masing Masing” dikenal membawa tema patah hati, proyek terbaru mereka disebut akan bergeser ke tema cinta dengan pendekatan emosional yang berbeda.
Ernie Zakri pun menyampaikan rasa syukur yang sama. Ia berharap kolaborasi berikutnya bisa kembali menggema dan diterima lebih luas oleh pendengar di banyak negara, mengingat “Masing Masing” membuktikan bahwa batas geografis tidak selalu membatasi perjalanan sebuah lagu.
Apresiasi juga datang dari pelaku industri. William Chow selaku CEO MyMusic Records menilai pencapaian ini sebagai contoh kolaborasi internasional yang kuat dan konsisten dalam menjaga kualitas karya. Pihak Universal Music Malaysia juga disebut ikut menjadi bagian penting dalam perjalanan rilisan tersebut.
Menariknya, agenda Ade tidak hanya terfokus pada proyek bersama Ernie. Ia juga tengah menyiapkan album kolaborasi dengan seorang penyanyi perempuan Indonesia yang memiliki warna vokal khas. Identitasnya masih dirahasiakan, namun single perdana dikabarkan akan dirilis dalam waktu dekat, dan para penggemar—dikenal sebagai PARADE—diminta bersiap untuk kejutan tahun ini.






