Kebijakan work from anywhere atau WFA bagi aparatur sipil negara dan pekerja swasta resmi mulai berlaku pada Senin, 16 Maret 2026. Meski demikian, suasana di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat, pada pagi hari tetap menunjukkan aktivitas yang ramai, menandakan mobilitas masyarakat belum banyak berubah dibanding hari kerja biasa.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 09.50 WIB memperlihatkan penumpang KRL dari arah Cikarang masih memenuhi peron 2. Setelah turun dari kereta, arus penumpang mengalir menuju mesin tap out dan membentuk antrean yang cukup panjang. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemberlakuan WFA belum sepenuhnya menurunkan volume pergerakan warga di titik transportasi utama ibu kota.
Seorang petugas keamanan dalam stasiun menyebut kepadatan pada hari pertama imbauan WFA masih relatif mirip dengan hari biasa, hanya sedikit berkurang. Menurutnya, suasana Stasiun Sudirman tetap ramai, meskipun tidak sepadat Senin normal yang biasanya jauh lebih sesak sejak pagi.
Kebijakan WFA bagi ASN dijadwalkan berlangsung selama lima hari, yakni 16-17 Maret 2026 sebelum libur nasional dan cuti bersama Nyepi, serta 25-27 Maret 2026 setelah Idulfitri. Untuk pekerja atau buruh di sektor swasta, pelaksanaan WFA mengacu pada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan yang mendorong perusahaan menyesuaikan pola kerja guna mengantisipasi lonjakan mobilitas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.
Pemerintah berharap kebijakan ini bisa membantu meredam kepadatan perjalanan menjelang libur panjang, terutama di wilayah perkotaan yang menjadi pusat aktivitas kerja. Namun situasi di Stasiun Sudirman pada hari pertama menunjukkan bahwa perubahan pola kerja belum langsung berdampak besar terhadap lalu lintas penumpang commuter line.
Kondisi tersebut bisa dipengaruhi banyak hal, mulai dari tidak semua sektor menerapkan WFA secara penuh, adanya pekerja yang tetap harus hadir ke kantor, hingga kemungkinan sebagian masyarakat belum menyesuaikan jadwalnya di awal kebijakan. Dengan kata lain, WFA sudah jalan, tapi kereta tetap tidak kenal ampun.
Melihat arus penumpang yang masih cukup padat, titik-titik transportasi umum di Jakarta diperkirakan tetap akan menjadi area penting untuk dipantau selama masa transisi menuju libur Nyepi dan Lebaran. Kepadatan yang terjadi hari ini juga menjadi gambaran awal bahwa kebijakan fleksibilitas kerja tidak otomatis membuat kota mendadak lengang.






