Belly Jazz Trio, band jazz asal Malang, resmi merilis single pertama mereka yang berjudul “Mimpi”. Karya ini menjadi penanda awal dari perjalanan musikal trio yang telah lebih dari tiga tahun bermain bersama sebelum akhirnya memutuskan untuk melahirkan satu lagu sebagai identitas awal mereka.
Grup ini terdiri dari Decky Anugrah di keys, Aditya Nugraha di contra bass, dan Ratna Wina sebagai vokalis. Tiga peran ini membentuk fondasi utama Belly Jazz Trio, sekaligus memberi warna yang khas dalam pendekatan musik mereka. Tidak heran jika rilisan pertama ini terasa cukup matang meski baru menjadi pembuka.
“Mimpi” bercerita tentang relasi yang tidak pernah terwujud karena rasa yang tak sanggup diucapkan. Tema ini dekat dengan banyak orang, terutama mereka yang pernah berada dalam situasi menyukai seseorang dari jarak yang sangat dekat, tetapi tetap memilih diam. Lagu ini menangkap momen rapuh itu tanpa mengubahnya menjadi sesuatu yang berlebihan.
Ratna Wina menggambarkan bahwa lagu ini diharapkan bisa menemani pendengar saat menikmati kopi sore atau membaca buku sebelum tidur. Ia juga menyebut “Mimpi” sebagai cermin bagi siapa pun yang sedang mengagumi seseorang tetapi tidak berani mengatakannya. Pendekatan ini membuat lagu terasa intim dan sangat manusiawi.
Aditya menjelaskan bahwa pilihan ballad bukan sesuatu yang kebetulan. Mereka memang punya kesukaan yang sama terhadap referensi lagu-lagu yang bernuansa lembut dan emosional. Karena itu, “Mimpi” dibentuk sebagai lagu yang tenang, mengalir, dan memberi ruang bagi rasa untuk berkembang perlahan.
Bagi Decky, karya pertama ini juga merupakan bentuk terima kasih kepada orang-orang yang selama ini mendukung Belly Jazz Trio. Ia mengatakan bahwa mereka ingin meninggalkan jejak yang manis melalui karya bersama ini, lalu melanjutkannya dengan lagu-lagu lain di masa depan. Sikap itu membuat single ini terasa seperti salam pembuka yang sungguh-sungguh, bukan sekadar formalitas.
Secara musikal, “Mimpi” menawarkan nuansa yang lembut dan mudah diterima pendengar yang menyukai jazz bernapas hangat. Kekuatan utamanya bukan pada keramaian aransemen, melainkan pada kesederhanaan yang justru memberi ruang untuk emosi. Itulah yang membuat lagu ini cocok didengar dalam suasana tenang.
Dengan kehadiran “Mimpi”, Belly Jazz Trio tidak hanya memperkenalkan diri, tetapi juga menetapkan nada untuk karya-karya berikutnya. Lagu ini menjadi gerbang awal yang manis, personal, dan cukup kuat untuk membuat pendengar menunggu langkah mereka selanjutnya.






