BALLISTIK BOYZ from EXILE TRIBE membuka tahun 2026 dengan langkah yang cukup berani lewat EP terbaru berjudul “BEAT”. Proyek ini mulai tersedia secara digital pada 24 April, lalu versi fisiknya dijadwalkan rilis pada 29 April. Bagi para penggemar, ini menjadi salah satu karya paling emosional dari grup tersebut sejauh ini.
EP “BEAT” berisi empat lagu baru dan membawa tema yang tidak biasa bagi grup ini, yaitu cinta obsesif. Tema tersebut muncul setelah adanya tantangan dari label untuk mengeksplorasi sisi emosional yang lebih dalam. Hasilnya adalah kumpulan lagu yang terasa candid, jujur, dan berani menampilkan romansa dari sudut pandang pria tanpa terlalu banyak lapisan basa-basi.
Menurut MASAHIRO SUNADA atau MASA, tema ini adalah sesuatu yang baru bagi mereka. Saat mendengar demo “All you need is me”, mereka langsung merasa tertarik karena bagian intro dan chorus-nya memberi kesan kuat bahwa lagu itu punya tempat spesial dalam proyek ini. Reaksi spontan seperti itu menunjukkan bahwa chemistry mereka dengan materi lagu memang cukup besar sejak awal.
Jika single sebelumnya, “Perfect”, berbicara tentang romansa sehari-hari yang hangat dan lembut, maka “BEAT” bergerak lebih jauh ke wilayah emosi yang rumit. Di sini, BALLISTIK BOYZ tidak hanya membicarakan cinta yang manis, tetapi juga dorongan posesif, ketertarikan yang intens, dan kedalaman perasaan yang kadang sulit diucapkan secara langsung.
Aspek performa juga mendapat perhatian besar. Koreografi untuk lagu utama “All you need is me” digarap oleh Brian Puspos, koreografer yang dikenal lewat kolaborasinya dengan BTS dan Jungkook. Kehadiran nama ini menunjukkan bahwa “BEAT” bukan hanya proyek audio, tetapi juga paket pertunjukan yang sangat serius dari sisi visual dan panggung.
Dalam pernyataannya, MASA menyebut EP ini sebagai representasi fase berikutnya dalam perjalanan mereka. Setelah memasuki babak kedua BALLISTIK BOYZ, karya ini hadir sebagai pernyataan tekad dan determinasi. Ada kesan bahwa grup ini ingin menunjukkan kedewasaan baru, baik secara musik maupun dalam cara mereka mengekspresikan rasa.
Secara emosional, “BEAT” terasa seperti pintu yang dibuka ke ruang yang lebih gelap tetapi tetap hangat. Lagu-lagunya menampilkan kerentanan, hasrat, dan semacam kejujuran yang jarang dibungkus terlalu manis. Itulah yang membuat proyek ini terasa menarik: ia tidak berusaha menyembunyikan sisi tidak nyaman dari cinta, justru menjadikannya pusat cerita.
BALLISTIK BOYZ juga akan mengiringi perilisan ini dengan tur live bertajuk “BEAT BLAST Z” di Jepang pada Juli hingga Agustus 2026. Dengan kombinasi EP yang kuat, koreografi yang matang, dan tur yang sudah disiapkan, “BEAT” tampak seperti paket lengkap untuk menegaskan posisi mereka di babak baru karier grup.
Secara keseluruhan, EP ini memperlihatkan bahwa BALLISTIK BOYZ sedang bermain di level yang lebih dewasa. Mereka tidak hanya ingin tampil keren, tetapi juga ingin meninggalkan jejak emosional yang jelas. “BEAT” pun menjadi karya yang cocok untuk pendengar yang ingin merasakan cinta dari sisi yang lebih intens, lebih obsesif, dan tentu saja lebih berani.






