ESH Debut Lewat “Vox Populi”, Metal Satir Kasar Penuh Semangat Perlawanan

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ESH Debut Lewat “Vox Populi”, Metal Satir Kasar Penuh Semangat Perlawanan

ESH Debut Lewat “Vox Populi”, Metal Satir Kasar Penuh Semangat Perlawanan

Band metal asal Jakarta, ESH, resmi memulai langkah mereka di industri musik lewat single perdana berjudul “Vox Populi”. Lagu ini menjadi pintu pembuka yang langsung menegaskan identitas ESH sebagai unit musik keras yang tidak datang untuk bermain aman. Sejak rilisan pertamanya, mereka sudah menempatkan diri di jalur yang lantang, mentah, dan penuh semangat perlawanan.

Terbentuk pada 2025, ESH dihuni oleh Will pada vokal, Ughie dan Alan di gitar, Yoga pada drum, serta Avip di bass. Nama-nama di dalamnya berasal dari lingkaran skena keras yang sebelumnya juga dikenal lewat proyek seperti Trendkill Cowboys Rebellion dan Last Blood. Latar belakang itu membuat ESH tidak terdengar seperti band yang masih mencari bentuk, melainkan kelompok yang sudah tahu betul energi seperti apa yang ingin mereka hantamkan.

Salah satu ciri paling menonjol dari ESH ada pada pendekatan sound mereka. Di saat banyak band metal modern mengejar produksi yang bersih dan rapi, ESH justru mengambil arah sebaliknya. Mereka membangun karakter suara dengan distorsi fuzz dan Big Muff yang sengaja dibiarkan kasar, ditopang permainan drum minimalis yang membuat keseluruhan lagu terdengar “jorok”, agresif, dan hidup. Dalam konteks tertentu, suara seperti ini justru terasa lebih jujur daripada produksi yang terlalu steril sampai emosi ikut disterilkan.

“Vox Populi” sendiri berdurasi singkat, hanya 2 menit 27 detik, tetapi isinya padat. Judulnya terinspirasi dari pepatah Latin “Vox Populi, Vox Dei”, yang berarti suara rakyat adalah suara Tuhan. Dari situ saja arah temanya sudah cukup jelas. Lagu ini tidak datang sebagai hiburan kosong, melainkan sebagai kritik sosial-politik yang menyoroti isu-isu di Indonesia, mulai dari kekerasan aparat hingga kebijakan yang dianggap kontroversial.

Liriknya disusun secara satir, tajam, dan frontal. Gaya ini membuat “Vox Populi” terasa seperti protes yang dibungkus dalam energi musik cepat dan kasar. ESH tampaknya sadar bahwa kritik sosial tidak harus selalu disampaikan lewat lagu panjang atau metafora yang terlalu berlapis. Kadang dua menit lebih sedikit, kalau digigit dengan benar, justru bisa lebih membekas. Lagu pendek, tapi tamparannya tidak pelan.

Dalam proses rekaman, posisi bass diisi oleh Agus “Giox” Purnomo yang dikenal dari berbagai proyek musik lain. Keterlibatan nama ini memberi tambahan bobot pada fase awal ESH, sekaligus menegaskan bahwa proyek ini dibangun dengan serius. Seluruh proses produksinya juga dilakukan secara mandiri dengan semangat DIY, sebuah pendekatan yang sangat sejalan dengan karakter musik mereka yang keras, mentah, dan tidak banyak basa-basi.

Single “Vox Populi” dijadwalkan hadir di seluruh platform digital pada 3 April 2026. Lagu ini juga akan menjadi pembuka untuk mini album perdana atau EP mereka yang dijadwalkan rilis pada 1 Mei 2026. EP tersebut nantinya tersedia dalam format digital, kaset, dan CD, lengkap dengan merchandise eksklusif, serta dirilis di bawah naungan label independen AMPS Record yang dikenal memberi ruang bagi band-band berkarakter kuat.

Lewat “Vox Populi”, ESH tidak sekadar memperkenalkan diri sebagai band baru. Mereka langsung datang dengan sikap yang tegas, suara yang kasar, dan lirik yang tidak takut menyinggung realitas sosial. Dalam skena yang kadang terlalu ramai oleh formula, keberanian seperti ini justru terasa menyegarkan. Kalau rilisan perdana saja sudah seberisik dan sejujur ini, ESH jelas bukan tipe band yang datang untuk numpang lewat lalu pamit sopan.

Berita Terkait

Sinopsis Film Braven, Aksi Jason Momoa Melindungi Keluarga 2024
Sinopsis Film Dilan ITB 1997, Kisah Cinta dan Reformasi 2026
Sinopsis Film 7 Manusia Harimau, Legenda Mistis Desa Kumayan
Perayaan Satu Dekade Hammersonic 2026 Guncang Kawasan PIK Dua Lewat Penampilan Band Dunia
Solois Ady Rilis Karya Terbaru Merbabu Lanjutkan Rangkaian Proyek Lagu Pegunungan Nusantara
Kemeriahan Spektakuler Festival Musik Remember Me 2026 di Gambir Expo Jakarta
MPL ID S17 Hari Ini, Jadwal RRQ dan EVOS Minggu 6
Josh Holmes Sold Out di M Bloc Space, Pop-Punk Inggris Disambut Hangat

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:17 WIB

Sinopsis Film Braven, Aksi Jason Momoa Melindungi Keluarga 2024

Senin, 4 Mei 2026 - 20:13 WIB

Sinopsis Film Dilan ITB 1997, Kisah Cinta dan Reformasi 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 20:09 WIB

Sinopsis Film 7 Manusia Harimau, Legenda Mistis Desa Kumayan

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:52 WIB

Perayaan Satu Dekade Hammersonic 2026 Guncang Kawasan PIK Dua Lewat Penampilan Band Dunia

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:52 WIB

Solois Ady Rilis Karya Terbaru Merbabu Lanjutkan Rangkaian Proyek Lagu Pegunungan Nusantara

Berita Terbaru

pengemudi mitsubishi pajero ditangkap

Berita

Mitsubishi Pajero Tabrak Lari, Update Kasus Jakarta Timur

Senin, 4 Mei 2026 - 20:22 WIB