Israel Klaim Cegat Sebagian Besar Rudal Iran di Tengah Konflik Memanas

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rudal anti-pesawat Israel ditembakkan di wilayah tengah pada 9 Maret. Foto: Flash90

Rudal anti-pesawat Israel ditembakkan di wilayah tengah pada 9 Maret. Foto: Flash90

Militer Israel mengklaim berhasil mencegat lebih dari 90 persen rudal balistik Iran yang diluncurkan ke wilayahnya sejak konflik terbuka meningkat. Pernyataan ini disampaikan juru bicara Angkatan Pertahanan Israel, Nadav Shoshani, yang menyebut Iran telah menembakkan lebih dari 400 rudal balistik dan sekitar 92 persen di antaranya berhasil dihentikan oleh sistem pertahanan udara Israel.

Klaim tersebut menjadi gambaran betapa intensnya eskalasi yang sedang berlangsung. Walau tingkat intersepsi disebut sangat tinggi, serangan tetap menimbulkan dampak. Beberapa rudal dilaporkan berhasil menghantam area permukiman dan menyebabkan kerusakan serius. Artinya, keberhasilan pertahanan udara belum sepenuhnya menghilangkan ancaman, melainkan hanya memperkecil skala kehancuran yang bisa terjadi.

Menurut laporan yang beredar, setidaknya lima rudal Iran dengan hulu ledak konvensional sempat mengenai wilayah berpenghuni di Israel. Empat di antaranya disebut menimbulkan kerusakan berat. Sistem pertahanan udara Israel juga dilaporkan lebih dari 20 kali berusaha mencegat rudal dengan hulu ledak cluster, yang serpihannya jatuh di banyak lokasi. Ini menunjukkan bahwa pola serangan yang dihadapi Israel tidak hanya besar, tetapi juga kompleks.

Angkatan Udara Israel pada 21 Maret juga mengakui bahwa dua rudal balistik Iran berhasil lolos dan menghantam kota Dimona serta Arad di wilayah selatan. Meski unit pertahanan udara telah melepaskan rudal pencegat, upaya tersebut tidak mencapai sasaran. Israel menegaskan insiden ini bersifat individual dan bukan tanda adanya kegagalan sistemik dalam jaring pertahanan udaranya.

Dua serangan itu disebut menyebabkan sekitar 150 orang terluka dan memicu kerusakan besar. Pihak Israel menduga rudal yang menghantam Dimona dan Arad kemungkinan berasal dari tipe Ghadr, dengan jangkauan sekitar 1.800 hingga 2.000 kilometer. Dimona sendiri selama ini kerap disebut sebagai lokasi sensitif karena diyakini terkait fasilitas nuklir Israel, walau negara tersebut tidak pernah secara resmi mengaku memiliki senjata nuklir.

Media Iran menyebut serangan ke Dimona sebagai balasan atas serangan sebelumnya ke fasilitas nuklir Natanz. Di sisi lain, militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya serangan terhadap Natanz sebagaimana diklaim. Perbedaan narasi ini memperlihatkan bahwa konflik tidak hanya berlangsung di udara, tetapi juga di ruang informasi, di mana masing-masing pihak mencoba membangun pembenaran atas langkah militernya.

Situasi juga makin mengkhawatirkan karena perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran disebut telah memasuki minggu keempat tanpa tanda-tanda mereda. Serangan yang mulai menyasar infrastruktur energi hingga fasilitas nuklir membuat risiko krisis regional yang lebih besar semakin sering dibicarakan. Ketika sasaran serangan sudah menyentuh sektor-sektor vital, ketegangan jelas naik kelas dari sekadar saling tekan menjadi ancaman strategis yang lebih luas.

Sejumlah analis juga mengingatkan bahwa Iran mungkin belum mengeluarkan kemampuan penuhnya. Ada dugaan serangan awal hanya menggunakan rudal balistik lama untuk menguras stok pencegat mahal milik Israel, Amerika Serikat, dan sekutunya. Jika benar, strategi ini menunjukkan bahwa perang modern tidak sekadar adu ledakan, tetapi juga adu kalkulasi logistik. Bisa dibilang, ini seperti catur, hanya saja bidaknya jatuh dari langit dan jelas jauh lebih berbahaya.

Informasi dari pertemuan tertutup antara pejabat pertahanan dan Kongres AS bahkan menyebut Iran kemungkinan masih menyimpan hingga separuh stok rudal dan peluncurnya di bunker bawah tanah. Jika penilaian itu akurat, maka kemampuan Iran untuk terus membalas masih belum habis. Itu sebabnya, meski Israel mengklaim sukses besar dalam intersepsi, konflik ini masih jauh dari kata selesai dan justru menyisakan kekhawatiran baru tentang babak eskalasi selanjutnya.

Berita Terkait

Presiden Donald Trump Evaluasi Usulan Damai Empat Belas Poin Terbaru Dari Pemerintah Iran
Sekjen PBB, Pertempuran Israel dan Hizbullah Rugikan Lebanon Secara Mendalam
AS Mulai Blokade Iran Hari Ini, Gencatan Senjata Gagal Total?
Minyak Dunia Anjlok 14 Persen, Trump Tunda Serangan ke Iran!
Australia dan Prancis Kirim Kekuatan Militer ke Timur Tengah yang Memanas
Geger! Temuan 25 Kg Kokain di Pantai Selayar Diduga dari Kolombia
Alasan Kuba Jadi Target Donald Trump Setelah Venezuela dan Iran
Kerjasama RI-OIF, Menlu RI dan Sekjen Louise Mushikiwabo Perkuat Sinergi Strategis

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:52 WIB

Presiden Donald Trump Evaluasi Usulan Damai Empat Belas Poin Terbaru Dari Pemerintah Iran

Rabu, 15 April 2026 - 20:50 WIB

Sekjen PBB, Pertempuran Israel dan Hizbullah Rugikan Lebanon Secara Mendalam

Senin, 13 April 2026 - 19:53 WIB

AS Mulai Blokade Iran Hari Ini, Gencatan Senjata Gagal Total?

Selasa, 24 Maret 2026 - 22:28 WIB

Minyak Dunia Anjlok 14 Persen, Trump Tunda Serangan ke Iran!

Minggu, 22 Maret 2026 - 20:48 WIB

Israel Klaim Cegat Sebagian Besar Rudal Iran di Tengah Konflik Memanas

Berita Terbaru

pengemudi mitsubishi pajero ditangkap

Berita

Mitsubishi Pajero Tabrak Lari, Update Kasus Jakarta Timur

Senin, 4 Mei 2026 - 20:22 WIB