Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi memberangkatkan ratusan bus dalam program Mudik Lebaran Gratis 2026 dari Jakarta menuju berbagai daerah di Jawa Tengah. Sebanyak 325 bus disiapkan untuk mengangkut 19.870 pemudik, dengan titik pelepasan berlangsung di Museum Purna Bhakti Pertiwi, TMII, Jakarta Timur, pada Senin, 16 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Luthfi menegaskan bahwa seluruh armada yang diberangkatkan telah menjalani pemeriksaan kelaikan kendaraan. Tak hanya kondisi bus, aspek kesehatan pengemudi juga menjadi perhatian utama agar perjalanan pemudik berlangsung aman. Ia mengatakan pemeriksaan telah dilakukan bersama pihak kepolisian guna memastikan sopir dalam kondisi fit sebelum membawa penumpang menuju kampung halaman.
Luthfi mengingatkan masyarakat untuk ikut memperhatikan kondisi sopir selama di perjalanan. Jika pengemudi tampak lelah atau mengantuk, penumpang diimbau untuk mengingatkan agar beristirahat terlebih dahulu. Menurutnya, keselamatan harus selalu diutamakan dan tidak ada alasan untuk memaksakan perjalanan jika kondisi fisik pengemudi tidak memungkinkan.
Selain soal keselamatan, Luthfi juga menyampaikan pesan ekonomi kepada para peserta mudik gratis. Ia meminta warga memanfaatkan uang yang dihemat dari biaya transportasi untuk ditabung atau dibelanjakan di kampung halaman. Dengan cara itu, perputaran ekonomi daerah dan UMKM lokal di Jawa Tengah diharapkan ikut bergerak selama musim Lebaran.
Ia juga mengingatkan para pemudik agar tidak membawa orang lain kembali ke Jakarta tanpa kepastian pekerjaan. Menurut Luthfi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan berbagai fasilitas pelatihan kerja, vokasi, hingga balai latihan kerja untuk membantu masyarakat mencari pekerjaan di daerah sendiri. Ia menekankan bahwa kesempatan kerja di Jawa Tengah terus diupayakan agar warganya tidak perlu merantau tanpa arah yang jelas.
Program mudik gratis ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Jawa Tengah dengan berbagai pihak, termasuk Bank Jateng, Baznas, Aqua, serta pemerintah kabupaten dan kota. Sasaran utama program ini adalah para pekerja informal asal Jawa Tengah yang saat ini tinggal di Jabodetabek, seperti pedagang, pengemudi ojek online, penjual bakso, hingga pekerja rumah tangga.
Selain keberangkatan dari Jakarta, program serupa juga digelar dari Bandung dan akan dilanjutkan dengan fasilitas mudik gratis menggunakan kereta api. Menurut Luthfi, kehadiran negara harus bisa dirasakan masyarakat secara nyata, terutama saat momentum pulang kampung yang identik dengan kebutuhan besar dan biaya yang tidak sedikit.
Dengan pelepasan bus ini, Pemprov Jawa Tengah berharap masyarakat bisa mudik dengan aman, nyaman, dan tetap selamat sampai tujuan. Sebab tujuan mudik bukan sekadar pulang, tetapi pulang tanpa drama rem mendadak dan sopir mata lima watt.






