Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memaparkan perkembangan penyaluran bantuan sosial untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera. Dalam rapat bersama pimpinan DPR, Gus Ipul menyebut penyaluran bansos reguler untuk tiga provinsi telah berjalan sejak awal Februari dengan total anggaran Rp1,83 triliun.
Menurutnya, bansos reguler tersebut ditujukan bagi lebih dari 1,7 juta keluarga penerima manfaat di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Di luar bansos reguler, Kemensos juga menyalurkan bantuan kebencanaan yang mencakup dukungan logistik, dapur umum, hingga bantuan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, bantuan mencakup santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia dan korban luka berat, jaminan hidup, bantuan isian hunian, serta pemulihan sosial ekonomi. Gus Ipul menekankan data yang digunakan saat ini bersifat sementara dan akan disesuaikan dengan data tunggal pemerintah.
Gus Ipul menjelaskan, bantuan santunan bagi ahli waris telah disalurkan dengan nilai lebih dari Rp14 miliar kepada 990 korban meninggal dunia, dengan besaran Rp15 juta per korban. Sementara program jaminan hidup juga mulai disalurkan ke beberapa kabupaten, dengan nilai lebih dari Rp20 miliar.
Untuk bantuan isian hunian, Kemensos menyatakan nilai yang telah tervalidasi dan siap disalurkan mencapai Rp98 miliar. Bantuan ini ditujukan bagi lebih dari 32 ribu keluarga penerima manfaat, mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Gus Ipul menambahkan, hingga saat ini 29 dari 53 kabupaten/kota telah tervalidasi dan siap untuk disalurkan. Kebutuhan anggaran secara keseluruhan disebut mencapai lebih dari Rp2 triliun, dengan sebagian anggaran telah tersedia melalui kebijakan Rincian Output (RO) khusus direktif Presiden. Penyaluran pemulihan sosial ekonomi disebut akan mengikuti penyaluran yang lebih dulu dilakukan BNPB.






