Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dan buruh berkumpul di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (8/3/2026). Mereka mengikuti apel kamtibmas yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Apel tersebut mengusung tema “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” dan dihadiri sekitar 5.000 peserta—terdiri dari 2.500 pengemudi ojol dan 2.500 buruh. Agenda dibuka dengan prosesi resmi, mulai dari menyanyikan Indonesia Raya hingga penghormatan pasukan.
Dalam apel itu, peserta membacakan deklarasi berisi tiga komitmen utama. Pertama, siap mendukung tugas Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumatera Selatan.
Kedua, mereka menyatakan siap menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan mematuhi peraturan yang berlaku. Poin ini relevan bagi ojol yang sehari-hari berada di jalan, sekaligus bagi buruh yang mobilitasnya tinggi saat berangkat dan pulang kerja.
Ketiga, deklarasi menegaskan komitmen menjaga persatuan serta menolak tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat. Pesan ini ditekankan dalam konteks menjaga situasi tetap kondusif, terutama saat dinamika sosial mudah “panas” karena isu apa pun.
Seusai deklarasi, Kapolri menyampaikan amanat kepada peserta dan menutup rangkaian kegiatan dengan sesi foto bersama. Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga menyerahkan bantuan sosial secara simbolis.
Total bantuan yang disiapkan disebut mencapai 5.010 paket. Bagi peserta, bantuan itu bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa negara hadir menyapa kelompok pekerja lapangan yang sering menjadi penyangga mobilitas harian kota.
Kapolri hadir didampingi sejumlah pejabat utama Polri. Di lokasi juga tampak jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda Sumatera Selatan, termasuk Gubernur Herman Deru dan para pimpinan lembaga daerah terkait.
Jika diringkas, apel ini punya dua wajah: formal sebagai penguatan komitmen kamtibmas, dan sosial sebagai ruang pertemuan antara aparat dengan komunitas pekerja. Di Palembang, pesannya sederhana: keamanan bukan hanya urusan seragam, tetapi juga urusan warga yang mau diajak kerja sama.






