Kolaborasi kadang lahir dari rencana panjang, namun ada juga yang tumbuh seperti percakapan yang nyambung sejak awal. Itulah kesan yang muncul dari pertemuan Metzdub dan Sirin Farid Stevy, dua musisi dengan jalur berbeda yang akhirnya bertemu dalam satu lagu.
Ruang temunya adalah Yogyakarta. Kota ini sering bekerja seperti laboratorium kreatif: orang-orangnya terbiasa bereksperimen, lintas disiplin, dan tidak mudah menghakimi ide yang “aneh”. Dari ekosistem seperti itu, kolaborasi mereka terasa mengalir, bukan dipaksakan.
Metzdub, musisi asal Kendal, membawa warna elektronik yang kuat. Sementara Sirin Farid Stevy—lahir di Wonosari—menghadirkan karakter vokal, potongan lirik, dan sentuhan visual yang lekat dengan dunia seninya. Keduanya sepakat merayakan lokalitas, tetapi bukan dengan romantisasi tradisi semata.
“Lokal” mereka baca sebagai sesuatu yang dekat dengan keseharian: cara orang hidup di kota, kebiasaan, humor, juga realitas urban yang sering luput dari definisi tradisi. Karena itu, kolaborasi ini lebih terasa sebagai potret konteks, bukan kostum budaya.
Proses kreatifnya berlangsung terbuka dan eksperimentatif. Mereka memberi ruang untuk dialog, mencoba berbagai bentuk, lalu mencari titik temu yang nyaman. Metzdub menyebut kerja bersama ini seperti “perkawinan ide”, yaitu pertemuan rasa dan keberanian berkarya.
Ia bahkan menegaskan, “Perkawinan itu tidak selalu tentang laki-laki dan perempuan. Dalam musik, perkawinan adalah pertemuan ide, rasa, dan keberanian berkarya.” Kalimat itu menjadi semacam penjelasan kenapa lagu ini tidak terdengar seperti dua ego yang saling menekan, melainkan dua karakter yang saling melengkapi.
Hasilnya adalah single bertajuk “Berani + Bahagia”. Track elektronik khas Metzdub menjadi pondasi, lalu diperkaya vokal dan potongan lirik Sirin Farid Stevy, termasuk sentuhan artwork yang tetap autentik dengan identitasnya.
Proyek ini juga tidak berdiri sendirian. Ada kontribusi lintas skena: Roby Setiawan (FSTVLST) menghadirkan riff gitar, Yabes Yuniawan alias Naughtyboy mengisi synth bass, dan Paulus Neo (Majelis Lidah Berduri) menangani keyboard serta synth. Sentuhan akhir mixing dan mastering dipercayakan kepada Grayce Soba dari Soba Studio.
Single ini mendapat dukungan Tanda Tambah sebagai executive producer, selaras dengan semangat kerja kolektif yang mereka bawa. “Berani + Bahagia” dijadwalkan rilis pada 14 Februari 2026 melalui kanal musik digital di bawah naungan DoggyHouse Records—sebuah perayaan bahwa lokalitas bisa hadir modern, jujur, dan tetap relevan.






