SPSI Jabar Kritik Impor 105 Ribu Pick Up, Soroti Ancaman PHK

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 4 Maret 2026 - 12:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagian mobil pick up impor dari India telah tiba di Indonesia seperti tampak dalam foto.

Sebagian mobil pick up impor dari India telah tiba di Indonesia seperti tampak dalam foto.

Rencana impor 105.000 unit mobil pick-up dari India memicu kritik keras dari DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat. Bagi serikat pekerja, persoalan ini bukan semata soal harga kendaraan yang lebih murah, tetapi menyangkut arah kebijakan industri nasional dan risiko terhadap keberlangsungan pekerjaan di sektor otomotif.

Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat, Muhamad Sidarta, menegaskan negara tidak boleh mengambil keputusan strategis hanya dengan logika selisih harga seperti pedagang. Ia merespons pernyataan petinggi PT Agrinas Pangan Nusantara yang menyebut impor dilakukan karena harga kendaraan dinilai hampir 50 persen lebih murah dengan kualitas yang dianggap setara.

Menurut Sidarta, negara memiliki tanggung jawab lebih besar daripada sekadar mencari opsi pembelian paling murah. Ia menekankan pemerintah harus mempertimbangkan perlindungan industri nasional, keberlanjutan rantai pasok dalam negeri, serta dampak sosial ekonomi yang muncul jika produksi lokal tertekan akibat banjir barang impor.

SPSI Jabar juga menyoroti besarnya volume rencana impor tersebut. Mengacu pada data GAIKINDO, penjualan pick-up nasional berada di kisaran 107.000 unit per tahun. Artinya, impor 105.000 unit hampir setara dengan 98 persen pasar pick-up tahunan—angka yang dinilai sangat besar dan berpotensi mengganggu keseimbangan industri otomotif domestik.

Dalam konteks pasar mobil nasional sekitar 800.000 unit per tahun, volume itu setara kira-kira 13 persen total penjualan. Sidarta menilai tambahan impor sebesar itu datang pada saat yang kurang tepat, karena daya beli masyarakat sedang melemah dan tren penjualan otomotif belum sepenuhnya pulih. Akibatnya, utilisasi pabrik dalam negeri bisa tertekan lebih jauh.

Serikat pekerja memperingatkan efek lanjutan dari tekanan tersebut dapat berupa efisiensi perusahaan, pengurangan jam kerja, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagi mereka, PHK bukan hanya angka statistik, tetapi bisa menimbulkan dampak berantai seperti turunnya daya beli rumah tangga, kredit bermasalah, hingga masalah sosial yang lebih luas.

Selain volume impor, SPSI Jabar mempertanyakan apakah sudah ada kajian terbuka mengenai Total Cost of Ownership (TCO). Sidarta mengingatkan bahwa harga beli murah belum tentu berujung hemat dalam jangka panjang jika biaya perawatan tinggi, suku cadang sulit didapat, jaringan bengkel terbatas, serta umur pakai kendaraan tidak sesuai kebutuhan operasional.

Ia juga mengkritik rencana penggunaan kendaraan 4×4 impor secara luas untuk koperasi desa dan kelurahan. Menurutnya, mayoritas kondisi jalan nasional berada pada kategori baik hingga sedang, sehingga tidak semua wilayah memerlukan kendaraan medan berat. Penggunaan 4×4 secara merata dikhawatirkan justru menimbulkan pemborosan karena ongkos operasionalnya lebih tinggi dibanding 4×2.

Dalam pernyataannya, SPSI Jabar turut menyinggung risiko geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang bisa mendorong kenaikan harga minyak dan biaya logistik. Jika tekanan energi meningkat, biaya distribusi akan naik dan industri otomotif domestik bisa menghadapi tekanan berlapis di saat permintaan pasar belum benar-benar kuat.

Karena itu, SPSI Jabar meminta pemerintah dan DPR memastikan kebijakan strategis seperti impor pick-up dilakukan berdasarkan kajian terbuka dan data akuntabel. Mereka juga mendesak agar agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional dijalankan secara konsisten dengan memperkuat produksi lokal, bukan justru membuka ruang tekanan baru bagi pekerja dan industri dalam negeri.

Berita Terkait

Boeing 737, Strategi Baru EgyptAir Perbarui Armada Pesawat
Mitsubishi Pajero Tabrak Lari, Update Kasus Jakarta Timur
Sinopsis Drama China Cukup Bodyguard: Kisah Cinta CEO & Pengawal
Sinopsis Drama China Rahasia Untuk Ibu Angkat: Alur & Pemain
Sinopsis Drama China Suami Rumah Tangga, Alur Lengkap & Review
Sinopsis Film Dopamin, Kisah Survival Romantis yang Mendebarkan
Sinopsis Film Ghost in The Cell, Horor Satir Joko Anwar 2026
Sinopsis Film Rio Sang Juara, Kisah Inspiratif & Link Nonton

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 20:26 WIB

Boeing 737, Strategi Baru EgyptAir Perbarui Armada Pesawat

Senin, 4 Mei 2026 - 20:22 WIB

Mitsubishi Pajero Tabrak Lari, Update Kasus Jakarta Timur

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:10 WIB

Sinopsis Drama China Cukup Bodyguard: Kisah Cinta CEO & Pengawal

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:06 WIB

Sinopsis Drama China Rahasia Untuk Ibu Angkat: Alur & Pemain

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:02 WIB

Sinopsis Drama China Suami Rumah Tangga, Alur Lengkap & Review

Berita Terbaru

pengemudi mitsubishi pajero ditangkap

Berita

Mitsubishi Pajero Tabrak Lari, Update Kasus Jakarta Timur

Senin, 4 Mei 2026 - 20:22 WIB