PT Transportasi Jakarta menyiapkan penyesuaian jam operasional Transjakarta untuk Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Pada hari H Lebaran, layanan bus direncanakan mulai beroperasi sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, menyesuaikan pola mobilitas masyarakat dan kebutuhan petugas di lapangan.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan kebijakan ini didasarkan pada evaluasi pelayanan pada hari besar keagamaan di tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, aktivitas perjalanan warga pada pagi hari Lebaran umumnya masih rendah karena masyarakat fokus menunaikan Salat Id dan berkumpul bersama keluarga.
Welfizon menyebut penyesuaian ini juga bertujuan memberi kesempatan kepada karyawan Transjakarta, terutama pramudi, untuk melaksanakan Salat Idul Fitri. Setelah momentum ibadah selesai, barulah mobilitas warga biasanya meningkat, terutama saat agenda silaturahmi dimulai menjelang siang hingga sore hari.
Karena itu, perusahaan memilih pendekatan yang lebih fleksibel dalam menentukan jam layanan di hari H. Rentang mulai operasi sekitar pukul 09.00 atau 10.00 WIB dinilai lebih realistis dibanding memaksakan jadwal normal sejak pagi buta, ketika permintaan penumpang belum tinggi dan sebagian besar petugas masih menjalankan ibadah.
Selain jadwal operasional, Transjakarta juga mengungkap rencana pembebasan biaya layanan angkutan umum selama periode Ramadan hingga Lebaran. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung mobilitas masyarakat pada momen keagamaan, sebagaimana pernah diterapkan pada Natal, Imlek, dan Festival Ramadan.
Welfizon menyatakan pihaknya tinggal menunggu pengumuman resmi terkait durasi dan tanggal pelaksanaan tarif gratis tersebut. Ia mengisyaratkan Gubernur DKI Jakarta telah menyampaikan arah kebijakan penggratisan, namun implementasi teknis tetap harus dituangkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Opsi yang sedang dipertimbangkan antara lain penggratisan pada 1 Syawal 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026, atau kemungkinan mencakup dua hari sekaligus. Keputusan final akan sangat menentukan pola penyiapan armada, personel, serta sosialisasi kepada pengguna agar tidak terjadi kebingungan saat hari pelaksanaan.
Terkait mekanisme tarif gratis yang sering tetap menampilkan nilai Rp1, Welfizon menjelaskan hal itu hanya kebutuhan sistem pembayaran elektronik. Secara teknis, sistem tiket memerlukan adanya nilai transaksi agar proses pemotongan dan transfer data dapat berjalan, sehingga angka nol rupiah kerap dikonversi menjadi Rp1 sebagai formalitas sistem.
Ia menegaskan bahwa secara substansi Rp1 dan Rp0 hampir tidak berbeda bagi pengguna, namun secara teknologi pembayaran ada proses yang harus dipenuhi. Penjelasan ini sekaligus menjawab pertanyaan publik yang kerap muncul setiap kali kebijakan angkutan gratis diberlakukan di Jakarta.
Dengan kombinasi penyesuaian jam layanan dan rencana tarif gratis, Transjakarta berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan operasional, pelayanan publik, dan aspek kemanusiaan bagi petugas. Lebaran memang hari besar, tetapi bus tetap harus berjalan—hanya kali ini, dengan ritme yang lebih manusiawi.






