Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur bersinergi dengan DPW LDII Jawa Timur menggelar pelatihan jurnalistik Diskominfo-LDII Jatim. Kegiatan ini ditujukan bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk memperkuat peran mereka sebagai penyebar informasi yang edukatif. Dalam era disrupsi informasi, kemampuan menulis berita yang benar menjadi kebutuhan mendesak bagi para relawan informasi di tingkat lokal.
Sinergi Strategis Demi Informasi Berkualitas
Kerja sama antara Diskominfo dan lembaga keagamaan seperti LDII menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem digital yang sehat. Melalui pelatihan jurnalistik Diskominfo-LDII Jatim, peserta diajarkan untuk memahami kaidah penulisan berita sesuai standar jurnalistik profesional.
Selain itu, program ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran berita bohong atau hoaks yang sering meresahkan masyarakat. Dengan pembekalan yang tepat, anggota KIM diharapkan mampu menjadi filter informasi di lingkungan mereka masing-masing.
Materi Utama Pelatihan Jurnalistik Diskominfo-LDII Jatim
Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Beberapa materi inti yang disampaikan meliputi:
-
Teknik Penulisan 5W+1H: Dasar utama dalam menyusun berita yang lengkap dan objektif.
-
Literasi Digital: Cara memverifikasi sumber informasi sebelum dipublikasikan ke media sosial atau website.
-
Fotografi Jurnalistik: Teknik mengambil gambar yang mampu bercerita dan mendukung narasi berita.
-
Etika Jurnalistik: Memahami batasan hukum dan norma dalam menyampaikan informasi publik.
Oleh karena itu, setiap peserta diwajibkan untuk mempraktikkan pembuatan rilis berita singkat berdasarkan kegiatan yang sedang berlangsung. Hal ini dilakukan agar materi yang diterima dapat langsung diserap dengan baik.
Peran Vital KIM dalam Pembangunan Daerah
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan warga. Melalui pelatihan jurnalistik Diskominfo-LDII Jatim, kapasitas KIM ditingkatkan agar mereka tidak sekadar menjadi konsumen informasi. Sebaliknya, mereka didorong menjadi produsen konten positif yang mampu mengangkat potensi desa atau kelurahan.
Ketua DPW LDII Jatim menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk kontribusi nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sementara itu, perwakilan Diskominfo Jatim menambahkan bahwa KIM yang cerdas digital akan mempercepat transformasi informasi di pelosok daerah.
Kesimpulan dan Harapan Kedepan
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat ketahanan informasi nasional. Pelatihan jurnalistik Diskominfo-LDII Jatim membuktikan bahwa sinergi lintas sektoral sangat efektif untuk mengedukasi masyarakat luas.
Di sisi lain, keberlanjutan program ini sangat diharapkan oleh para peserta. Dengan pendampingan yang konsisten, KIM di Jawa Timur akan tumbuh menjadi pilar informasi yang terpercaya dan profesional di masa depan.






