Jakarta Selatan kembali melahirkan amunisi baru untuk penggemar musik keras. Nama yang belakangan ramai dibicarakan di lingkaran skena adalah WARTHOG, band crossover thrash-punk yang datang dengan energi mentah dan tempo yang tak memberi ruang bernapas.
Proyek ini resmi terbentuk pada Agustus 2022. Sejak awal, mereka menancapkan niat: memainkan kombinasi thrash metal dan punk secepat mungkin—kasar, lugas, dan agresif—tanpa banyak hiasan yang mengalihkan fokus dari pukulan utama.
WARTHOG juga terasa “old school” dalam spiritnya. Namun pendekatan mereka bukan nostalgia kosong. Formula riff cepat, beat menghentak, dan vokal yang meledak diramu untuk menghajar sejak detik pertama, seolah setiap lagu adalah ajakan mosh pit yang tak perlu komando.
Kekuatan lain datang dari formasi yang diisi musisi lintas proyek. Dino (gitar) dikenal dari Reverse (Hawaii), Agung Gele (bass) dari Golok Setan, Miko (drum) dari Deadpits, dan Anton Botol mengisi posisi vokal yang sebelumnya lekat dengan Brain The Machine.
Perbedaan referensi dan pengalaman masing-masing personel justru jadi fondasi karakter. Crossover thrash-punk dipilih sebagai identitas utama karena memberi ruang untuk kecepatan thrash, kegarangan punk, dan groove yang tetap menggerakkan kepala.
Secara pengaruh, mereka menyerap warna dari Sepultura, Motörhead, Faith No More, Municipal Waste, Ratos de Porão, sampai Suicidal Tendencies. Jejak pengaruh itu terdengar, tetapi tidak menenggelamkan ciri sendiri: liar, padat, dan terasa relevan untuk skena hari ini.
Dari sisi produksi, permainan drum terdengar menghantam tanpa ampun, distorsi gitar kasar namun tetap terkontrol, sementara bass menjadi tulang punggung groove yang mengikat tiap bagian. Komposisinya sengaja dibuat singkat dan intens, dengan transisi minim jeda agar adrenalin terus terjaga.
Puncaknya, WARTHOG menyiapkan album debut berjudul Rock N Roll 50 yang dijadwalkan rilis pada Februari 2026. Album ini memuat 18 track dan diposisikan sebagai pernyataan sikap: mereka serius meramaikan persilangan metal dan punk di Indonesia.
Kepercayaan diri itu bahkan mereka rangkum lewat slogan, “We are WARTHOG, we’re playing rock and roll.” Bagi pendengar yang rindu sound tanpa basa-basi, debut ini layak masuk radar playlist wajib tahun ini.






