Hiatus panjang sering meninggalkan jarak antara band dan pendengarnya. Namun bagi DEADVALLEY, jeda itu bukan semata soal kreativitas yang berhenti, melainkan rangkaian peristiwa yang mengubah segalanya. Kini, mereka mengumumkan babak baru: kembali ke skena metal Indonesia dengan album “Black Conscience (Nurani Hitam)”.
DEADVALLEY dibentuk pada 2007 dan sempat aktif membangun nama di ranah metal hingga 2013. Pada masa awal perjalanan, mereka sebenarnya sudah menyelesaikan proses rekaman album debut. Sayangnya, materi tersebut tidak pernah benar-benar sampai ke tangan publik.
Masalah terbesar muncul ketika master recording dan data rekaman berada dalam kendali gitaris mereka, Rio. Pada 2013, Rio wafat secara mendadak—pukulan berat yang tidak hanya emosional, tetapi juga teknis. Seluruh materi rekaman yang tersimpan bersamanya dinyatakan hilang.
Rio bukan sekadar pemain gitar. Ia disebut sebagai motor kreatif, penyusun aransemen, sekaligus penggagas konsep utama album. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang sulit diisi, karena ia ikut membawa “peta” gagasan yang sedang dibangun band itu.
Duka band belum selesai. Setahun setelahnya, DEADVALLEY kembali kehilangan manajer mereka, Yuralagan, sosok yang selama ini menjadi penggerak penting di belakang layar. Dua kehilangan besar dalam rentang waktu berdekatan membuat aktivitas band berhenti total.
Waktu kemudian memberi perspektif berbeda. Para personel memilih bangkit, bukan untuk menghapus masa lalu, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan yang ditinggalkan. Dari keputusan itu, lahirlah tekad untuk merampungkan “Black Conscience” dengan cara yang lebih matang.
Album ini disebut bukan sekadar rekaman ulang. Materi dibangun kembali dari awal—menata ulang proses produksi tanpa meninggalkan ruh dan visi yang dulu pernah dirancang bersama Rio. Hasilnya diharapkan tetap membawa identitas DEADVALLEY, tetapi dengan pendekatan yang lebih dewasa.
Vokalis Wirsky Wiro menegaskan album ini memiliki makna di luar musik. “Album ini bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang kenangan, perjuangan, dan komitmen kami untuk melanjutkan apa yang telah dimulai bersama,” ujarnya.
Secara formasi, DEADVALLEY kini diperkuat oleh Wirsky Wiro (vokal), Buluk 13 (gitar), Ipangrangga (bass), Mario Blood (gitar), dan Decol (drum). Mereka menyebut proses rekaman sudah memasuki tahap akhir sebelum berlanjut ke mixing dan mastering.
Informasi mengenai single perdana serta jadwal rilis album akan diumumkan dalam waktu dekat melalui kanal resmi band. Bagi penggemar metal nasional, kembalinya DEADVALLEY menjadi cerita tentang kebangkitan: lahir dari kehilangan, namun ditegakkan oleh dedikasi untuk terus berkarya.






