Valentine kerap diasosiasikan dengan momen romantis, namun tidak semua orang memaknainya dengan cara yang sama. Lewat single terbaru berjudul Shooting Star, Ei menghadirkan lagu pop ballad yang intim, jujur, dan terasa dekat dengan pengalaman banyak pendengar pada Valentine 2026.
Lagu ini mengisahkan seseorang yang kembali ke tempat penuh kenangan, berharap ada “keajaiban kecil” yang mampu memulihkan cinta yang pernah hadir. Narasinya sederhana: seorang perempuan berdiri di sebuah kafe yang menjadi saksi pertemuan masa lalu, namun emosi yang dibawa terasa kuat.
Ei menyebut Shooting Star sebagai bentuk percakapan batin yang tidak sempat disampaikan. Karena itu, lagu dibuat dengan pendekatan produksi minimalis agar emosi tetap terdengar mentah dan apa adanya, tanpa dramatisasi berlebihan.
Dalam prosesnya, Ei berkolaborasi dengan Bowo Soulmate sebagai vocal director, serta Ankadiov dan Andreas Arianto sebagai produser. Hasilnya adalah soundscape yang bersih, hangat, dan memberi ruang bagi lirik untuk berbicara.
Shooting Star diposisikan sebagai soundtrack Valentine yang tidak hanya untuk mereka yang sedang jatuh cinta, tetapi juga bagi pendengar yang masih menyimpan rindu, sedang berdamai dengan kehilangan, atau memilih mencintai tanpa harus memiliki.
Ei, atau Eileen Pandjaitan (lahir 2003), dikenal lewat gaya penulisan lagu yang personal. Ia saat ini menempuh pendidikan di Berklee College of Music melalui jalur beasiswa, dan kerap menghadirkan karya dengan kedalaman rasa yang matang.
Di tengah ritme digital yang serba cepat, Shooting Star terasa seperti ajakan untuk melambat sejenak—mendengar, mengingat, lalu benar-benar merasakan.






