Mahasiswa internasional sambut Tahun Baru Imlek dengan penuh suka cita di kawasan wisata Danau Liyu (Liyu Lake). Suasana musim dingin yang sejuk tidak menyurutkan semangat para pelajar dari berbagai negara ini untuk berbaur dengan warga lokal. Mereka berkumpul untuk merayakan tradisi turun-temurun yang sarat akan makna kebersamaan dan harapan baru.
Kegiatan ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan jembatan budaya yang mempererat hubungan antara pendatang dan penduduk asli. Danau Liyu yang tenang menjadi saksi bisu kemeriahan festival yang diwarnai dengan lampion merah dan aroma hidangan khas Imlek yang menggugah selera.
Semangat Akulturasi di Tepi Danau Liyu
Perayaan kali ini terasa sangat spesial karena melibatkan puluhan pelajar asing dari berbagai universitas sekitar. Mahasiswa internasional sambut Tahun Baru Imlek dengan mencoba berbagai aktivitas tradisional seperti menulis kaligrafi Mandarin hingga membuat pangsit (jiaozi).
Warga lokal dengan sabar membimbing para mahasiswa ini. Selain itu, mereka juga menjelaskan makna filosofis di balik setiap tradisi yang dilakukan. Interaksi ini menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat, meskipun mereka berasal dari latar belakang budaya yang sangat berbeda.
Belajar Tradisi Kuliner Bersama Warga
Salah satu agenda yang paling dinanti adalah sesi memasak bersama. Para mahasiswa terlihat antusias saat mencoba melipat kulit pangsit dengan benar. Menurut warga setempat, bentuk pangsit yang menyerupai uang kuno melambangkan kemakmuran bagi siapa saja yang menyantapnya.
Setelah memasak, mereka makan malam bersama dalam tradisi “Tuan Yuan” atau makan malam reuni. Momen ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan keramahan lokal secara langsung di rumah-rumah penduduk maupun area komunal di sekitar danau.
Pertunjukan Seni dan Lampion Harapan
Selain kuliner, mahasiswa internasional sambut Tahun Baru Imlek dengan menyaksikan pertunjukan seni lokal. Tarian barongsai yang enerjik memukau para penonton di sepanjang dermaga Liyu Lake. Suara tabuhan drum yang bersemangat menambah kemeriahan suasana malam tersebut.
Sebagai penutup acara, para peserta melepaskan lampion air ke permukaan danau. Setiap lampion membawa pesan doa dan harapan untuk tahun yang lebih baik. Cahaya lampion yang memantul di permukaan air menciptakan pemandangan yang sangat ikonik dan Instagrammable bagi para mahasiswa.
Berikut adalah beberapa kegiatan utama yang dilakukan:
-
Workshop Kaligrafi: Menulis karakter “Fu” (Keberuntungan) di kertas merah.
-
Eksplorasi Alam: Jalan santai mengelilingi jalur pedestrian Danau Liyu.
-
Tukar Kado: Tradisi berbagi kebahagiaan antar mahasiswa dan warga.
-
Pesta Kembang Api: Menikmati pertunjukan cahaya di langit malam.
Dampak Positif Bagi Pariwisata Lokal
Kehadiran para mahasiswa asing ini memberikan dampak positif bagi promosi wisata Liyu Lake. Dengan mengunggah momen keseruan mereka di media sosial, keindahan Danau Liyu semakin dikenal di kancah internasional.
Pihak pengelola wisata menyatakan bahwa kolaborasi budaya seperti ini akan terus ditingkatkan. Selain mempromosikan destinasi, kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan inklusivitas dalam bermasyarakat.
“Kami merasa seperti memiliki keluarga baru di sini. Meskipun jauh dari rumah, kehangatan warga lokal membuat perayaan Imlek ini sangat berkesan,” ujar salah satu mahasiswa asal Indonesia yang ikut serta.






