Baznas RI membangun hunian tetap (huntap) untuk penyintas bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Program ini ditujukan sebagai langkah pemulihan jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Dalam keterangan resminya, Baznas menyebut pembangunan huntap menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya dipandang sebagai ibadah personal, tetapi juga instrumen sosial yang membantu masyarakat keluar dari situasi sulit dan bangkit kembali.
Total 120 unit hunian dibangun di atas lahan sekitar 28 hektare. Pembangunan ini merupakan bagian dari pemulihan pascabencana, sekaligus upaya menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan dibanding bantuan darurat semata.
Baznas menekankan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak menjadi kunci percepatan pemulihan. Kolaborasi lintas institusi dinilai penting agar proses relokasi dan pemulihan kehidupan warga berjalan lebih terarah.
Pemerintah daerah setempat menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Baznas. Menurut mereka, bantuan huntap sangat membantu mempercepat pemulihan warga terdampak bencana.
Selain itu, Baznas di tingkat provinsi menyebut pembangunan ini merupakan amanah para muzaki yang menyalurkan zakat melalui Baznas. Semangat solidaritas umat menjadi dasar agar pemulihan tidak hanya selesai di tahap bantuan awal, tetapi berlanjut hingga warga kembali memiliki tempat tinggal yang layak.






