Industri K-Pop kembali mencatat pencapaian global setelah lagu “Golden” dari film animasi Netflix “K-Pop Demon Hunters” meraih penghargaan bergengsi di ajang Grammy Awards. Kemenangan ini menjadi tonggak penting karena melibatkan langsung komposer dan produser K-Pop sebagai penerima trofi.
Lagu tersebut memenangkan kategori Best Song Written for Visual Media, sebuah penghargaan khusus bagi karya musik orisinal untuk film, televisi, atau media visual lainnya. Prestasi ini memperkuat posisi K-Pop sebagai kekuatan besar dalam industri musik internasional.
Para kreator di balik lagu tersebut, termasuk EJAE, Teddy, 24, serta tim produser IDO, resmi menjadi pemenang Grammy. Sebelumnya, musisi Korea memang pernah terlibat dalam proyek pemenang Grammy, namun jarang mendapat pengakuan langsung sebagai kreator utama.
Popularitas “Golden” sendiri telah terlihat sejak sebelum malam penghargaan. Lagu ini sukses menembus tangga lagu internasional, bahkan menjadi salah satu karya K-Pop pertama yang mampu meraih posisi puncak di Billboard Hot 100 Amerika Serikat dan UK Official Singles Chart secara bersamaan.
Keberhasilan tersebut menunjukkan perubahan besar dalam penerimaan global terhadap K-Pop. Genre yang dulu dianggap niche kini mampu bersaing di panggung musik utama dunia.
Selain penghargaan yang sudah diraih, “Golden” juga masih berpeluang meraih penghargaan tambahan di kategori utama Song of the Year. Industri musik global pun menantikan apakah pencapaian K-Pop akan semakin meluas.
Prestasi ini diyakini membuka peluang lebih besar bagi kreator Korea untuk berkolaborasi secara internasional dan memperluas pengaruh budaya pop Asia di dunia musik global.






